“Kami menjadi lebih yakin bahwa pelayanan navigasi penerbangan nasional telah dipersiapkan dengan baik. Ini memberikan keyakinan bahwa keselamatan penerbangan di ruang udara Indonesia tetap menjadi prioritas utama,” ujar Saadiah.
Baca Juga: PHE dan ExxonMobil Mantapkan Kerja Sama Pengembangan CCS Asri Basin di Indonesia
Sementara itu, Direktur Jenderal Perhubungan Udara Lukman F. Laisa menegaskan, modernisasi sistem navigasi penerbangan nasional melalui implementasi New JATSC merupakan langkah strategis untuk meningkatkan kapasitas, keselamatan, efisiensi, dan ketahanan pelayanan lalu lintas udara Indonesia yang terus berkembang.
“Modernisasi sistem navigasi penerbangan melalui implementasi New JATSC menjadi bagian penting dalam transformasi pelayanan navigasi penerbangan nasional agar semakin adaptif terhadap pertumbuhan trafik udara dan kompleksitas ruang udara Indonesia,” ujar Lukman.
Lukman juga menjelaskan bahwa seluruh tahapan implementasi sistem dilakukan secara bertahap dengan mitigasi risiko dan contingency plan yang komprehensif guna memastikan pelayanan navigasi penerbangan tetap berjalan aman dan andal.***
Artikel Terkait
Hadapi Lebaran 2026, AirNav Indonesia Perkuat Pengawasan Ruang Udara
AirNav Perkuat Kolaborasi di Wonosobo, Dorong Balon Udara Ditambatkan demi Keselamatan Penerbangan
CANSO Nilai AirNav Indonesia ”On the Right Track” Berkat Implementasi ATMAS
AirNav Indonesia Gandeng ICAO, Perkuat Sistem Keselamatan Penerbangan Berbasis FRMS
AirNav Indonesia Dipercaya Pimpin Task Force ICAO di Asia Pasifik
AirNav Indonesia Tegaskan Kesiapan Hadapi Gangguan Sinyal Navigasi Penerbangan