rilis-bumn

Transformasi Lahan Kritis: Program Eco Edufarming PHE WMO Raih Predikat Gold di Ajang CSR dan PDB Award 2025

Sabtu, 28 Juni 2025 | 18:30 WIB
Program Eco Edufarming yang diinisiasi oleh PHE WMO sukses meraih predikat Gold di ajang CSR dan PDB Award 2025. (Dok. PHE WMO)

Kabar BUMN - Inovasi hijau kembali hadir dari Madura.

Berangkat dari kesuksesan program HIPPAM Sumber Barokah sejak 2016 dalam mengatasi krisis air bersih di wilayah Madura, PT Pertamina Hulu Energi West Madura Offshore (PHE WMO), bagian dari Regional Indonesia Timur Subholding Upstream Pertamina, mengembangkan potensi air bawah tanah menjadi solusi pertanian berkelanjutan.

Dengan cadangan air mencapai 51 juta m³ per tahun, PHE WMO memanfaatkan kelebihan air untuk menggerakkan program Eco Edufarming—sebuah inisiatif pertanian regeneratif berbasis teknologi di kawasan lahan kering.

Baca Juga: Safari Ramadan, SKK Migas dan PHE WMO Eratkan Sinergi dengan Bupati Bangkalan

Program Eco Edufarming sendiri dirancang dengan pendekatan edukatif, ekologis, dan inovatif.

Fokus utamanya adalah meningkatkan kapasitas petani lokal dalam mengelola sistem pertanian organik yang hemat air, ramah lingkungan, dan berorientasi regeneratif.

Tak hanya memperkuat ketahanan pangan, program ini juga menjadi solusi terhadap tantangan lingkungan dan ekonomi lokal serta dijadikan model edukasi yang potensial untuk direplikasi di wilayah lain.

Baca Juga: PHE WMO Gelar Pelatihan Digital Marketing untuk UMKM Lokal, Upaya Tingkatkan Nilai Jual & Perluas Jangkauan Pasar

Berlokasi di Desa Bandangdaja, Kecamatan Tanjungbumi, Kabupaten Bangkalan, program Eco Edufarming yang dijalankan PHE WMO bersama Kelompok Tani Bumi Sentosa Sejahtera (BSS) berhasil meraih predikat Gold dalam ajang CSR dan PDB Award 2025.

Proses penilaian tidak hanya berhenti pada presentasi program yang dilakukan pada 6 Mei 2025.

Untuk mendalami lebih lanjut pelaksanaan di lapangan, juri dari Kementerian Desa dan Pengembangan Daerah Tertinggal, Grace Meyanti Putri, serta juri independen Sony Sunjaya Sukada, melakukan kunjungan langsung pada Kamis (19/6/2025).

Baca Juga: Solusi Hijau PHE WMO: Pertanian Holtikultura untuk Rehabilitasi Lahan Kritis di Bangkalan

Dalam visitasi tersebut, dewan juri menggali lebih dalam mengenai roadmap, implementasi, hingga komitmen PHE WMO dan kelompok tani dalam merevolusi lahan tandus menjadi kawasan pertanian organik berbasis teknologi modern.

Salah satu kisah inspiratif datang dari Marnawi, Ketua Kelompok Tani BSS.

Halaman:

Tags

Terkini