rilis-bumn

Perempuan Tangguh Air Jamban, Ubah Pekarangan Gersang Jadi Sumber Pangan dan Penghasilan

Rabu, 25 Februari 2026 | 10:30 WIB
Gerakan perempuan Air Jamban membuktikan lahan sempit pun bisa jadi ladang cuan.

Kebiasaan lama seperti menyiram ala kadarnya mulai ditinggalkan. Dian ingat betul momentum ketika beberapa tanaman kembali gagal di awal.

Baca Juga: PT TIMAH Tambah Program Laut Berkelanjutan, 36 Atraktor Cumi Ditanam di Belitung Timur

Namun, alih-alih menyerah, ia menyemangati kelompoknya “Keberhasilan itu bukan soal cepat atau lambat, tapi konsistensi. Pelan-pelan asal jalan.” ucap Dian bersemangat. Benar saja, perlahan hasilnya mulai terasa.

Para anggota PKK mulai menerapkan sistem rotasi tanam, sehingga panen tidak menumpuk di satu waktu. Dengan cara ini, mereka bisa memanen satu hingga tiga kali setiap minggu.

Jenis tanaman yang dibudidayakan pun beragam: bayam hijau, bayam merah, kangkung, timun, dan terong masing-masing ditanam sesuai karakter, apakah lebih cocok di greenhouse atau tanah pekarangan.

Baca Juga: KCIC Minta Masyarakat Hati-Hati, Modus Penipuan Layanan Whoosh Perlu Diwaspadai

Berkat pengelolaan yang lebih terencana, tanaman tumbuh lebih sehat dan hasilnya lebih konsisten.

Perubahan di Air Jamban bukan hanya tampak dari hijaunya tanaman, tetapi juga dari meningkatnya ketahanan ekonomi keluarga.

Setiap anggota kelompok kini menghemat 10–20 persen belanja sayur bulanan. Sementara itu, penjualan hasil panen menyumbang kas kelompok hingga jutaan rupiah tiap bulan, dan beberapa anggota merasakan tambahan penghasilan langsung dari kebun mereka sendiri.

Baca Juga: 5 Menu Sahur Sat Set dan Sehat, Solusi Praktis Buat Kamu yang Mager Masak

Kebun ini bukan lagi sekadar ruang hijau namun telah bertransformasi menjadi sumber optimisme.

“Sekarang kebun ini bukan cuma untuk makan sendiri, tapi juga bisa menambah penghasilan. Tanaman herbalnya juga jadi obat alami keluarga. Rasanya usaha kami betul-betul berarti,” ujar Dian dengan mata berbinar.

Efek domino mulai tampak. Sebanyak 25 anggota kelompok yang terlibat langsung telah menginspirasi 10 warga lainnya untuk ikut menanam. Pekarangan yang dulunya gersang kini menjadi ruang belajar bersama tempat warga saling berbagi ilmu dan hasil panen.

Baca Juga: SDM Indonesia Ambil Alih Mayoritas Operasional Whoosh, Target 100 Persen Lokal Tahun Ini

Manager Community Involvement & Development (CID) PHR, Iwan Ridwan Faizal, menegaskan bahwa program ini adalah contoh nyata pemberdayaan masyarakat berbasis lingkungan.

Halaman:

Tags

Terkini