Pelaksanaan pekerjaan dilakukan secara bertahap dengan pengaturan lalu lintas yang ketat agar tidak mengganggu mobilitas masyarakat.
Baca Juga: Kampung Wisata di Surabaya yang Menghadirkan Suasana Jadul dan Tradisional di Tengah Kota
Sebagian besar pekerjaan dilakukan pada malam hingga dini hari dengan pembatasan hanya satu lajur, dilengkapi rambu peringatan dan perangkat pengamanan di area pekerjaan.
Selain itu, petugas patroli serta unit derek disiagakan selama 24 jam untuk merespons kondisi darurat di lapangan dengan cepat.
“Seluruh kegiatan preservasi dilaksanakan sesuai standar kesehatan dan keselamatan kerja (K3), serta berkoordinasi dengan Kepolisian, Kementerian Pekerjaan Umum, dan para pemangku kepentingan terkait."
"Informasi rekayasa lalu lintas dan perkembangan kondisi jalan juga disampaikan secara real time melalui media sosial resmi Jasa Marga, Call Center 133, dan aplikasi Travoy,” tutup Rivan. ***