Kabar BUMN - Menjelang Hari Raya Idulfitri, mobilitas masyarakat di berbagai wilayah Indonesia mulai meningkat.
Pergerakan pemudik yang hendak menyeberang dari Pulau Jawa menuju Sumatera melalui lintasan Merak–Bakauheni pun mulai menunjukkan dinamika yang semakin terasa.
Melihat pentingnya jalur penyeberangan ini sebagai penghubung utama antar pulau, PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) memastikan seluruh layanan penyeberangan dalam kondisi siap.
Baca Juga: Pakai Wastra Jawa Saat Berbuka Puasa? Pengalaman Unik Ini Bisa Dicoba di Candi Prambanan
Upaya ini dilakukan agar perjalanan masyarakat selama musim mudik dapat berlangsung lancar, aman, dan nyaman.
Direktur Utama ASDP, Heru Widodo, menegaskan bahwa berbagai langkah antisipatif telah dipersiapkan sejak awal guna menghadapi potensi lonjakan mobilitas masyarakat selama periode Angkutan Lebaran.
“Kami terus melakukan berbagai persiapan mulai dari penguatan operasional hingga optimalisasi fasilitas pelabuhan guna memastikan perjalanan masyarakat dapat berlangsung tertib dan lancar,” ujar Heru.
Baca Juga: Whoosh Siap Sambut Lebaran 2026 dengan 62 Perjalanan Per Hari
Untuk mendukung kelancaran operasional selama masa Angkutan Lebaran, ASDP menyesuaikan jumlah kapal yang beroperasi dengan kondisi kepadatan arus penumpang dan kendaraan.
Dalam satu hari, sebanyak 28 hingga 33 kapal disiapkan untuk melayani pengguna jasa di lintasan Merak–Bakauheni selama 24 jam.
Selain itu, perusahaan juga menerapkan pola operasional Tiba–Bongkar–Berangkat (TBB).
Sistem ini dirancang untuk mempercepat proses pelayanan di pelabuhan sehingga pergerakan kapal menjadi lebih efisien sekaligus mampu mengakomodasi tingginya mobilitas penumpang dan kendaraan selama periode mudik.
Kesiapan operasional tersebut juga diperkuat dengan peningkatan berbagai fasilitas pelayanan di pelabuhan.