Nyepi di Bali, ASDP Berlakukan Penghentian Sementara Penyeberangan di Lintas Utama Jawa-Bali-Lombok

Photo Author
Novia, Kabar BUMN
- Rabu, 4 Maret 2026 | 20:20 WIB
Layanan ferry di sejumlah pelabuhan utama dihentikan sementara saat Nyepi. Pastikan jadwal perjalanan Anda sesuai dengan waktu operasional terbaru.
Layanan ferry di sejumlah pelabuhan utama dihentikan sementara saat Nyepi. Pastikan jadwal perjalanan Anda sesuai dengan waktu operasional terbaru.

Kabar BUMN – Transportasi penyeberangan Jawa–Bali dan Lombok akan dihentikan sementara saat Hari Raya Nyepi 2026.

Kebijakan ini dilakukan PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) sebagai bentuk penghormatan terhadap pelaksanaan Catur Brata Penyepian di Pulau Bali.

Penghentian operasional mengacu pada pengaturan resmi dari Kementerian Perhubungan melalui Direktorat Jenderal Perhubungan Darat.

Baca Juga: BULOG Ekspor Beras untuk Jemaah Haji 2026, Bukti Swasembada Pangan Naik Kelas

Langkah ini bertujuan menjaga ketertiban selama Nyepi sekaligus memastikan layanan transportasi tetap terkelola dengan baik menjelang periode Angkutan Lebaran 2026.

Sejumlah pelabuhan yang terdampak penyesuaian jadwal:

  • Pelabuhan Ketapang mulai 18 Maret pukul 17.00 WIB hingga 20 Maret pukul 06.00 WIB
  • Pelabuhan Gilimanuk pada 19 Maret pukul 05.00 WITA hingga 20 Maret pukul 06.00 WITA
  • Pelabuhan Lembar pada 18 Maret pukul 21.00 WITA hingga 20 Maret pukul 01.30 WITA
  • Pelabuhan Padangbai pada 19 Maret pukul 04.00 WITA hingga 20 Maret pukul 11.30 WITA

Baca Juga: Momentum Ramadan Makin Seru, Undi-Undi Hepi 2026 Tebar Hadiah Umroh dan Mobil Keluarga

Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan, Aan Suhanan, menyampaikan bahwa kebijakan penyesuaian operasional ini juga dilakukan karena momentum Nyepi berdekatan dengan periode Angkutan Lebaran 2026 yang diperkirakan mengalami lonjakan mobilitas masyarakat.

Pemerintah telah menyiapkan sejumlah skema pengaturan lalu lintas untuk mengantisipasi pergerakan pada periode 13 hingga 29 Maret.

Pengaturan tersebut meliputi optimalisasi Dermaga MB dan LCM di lintasan Ketapang–Gilimanuk, serta pengoperasian rute alternatif Pelabuhan Tanjung Wangi–Pelabuhan Gilimas dan Pelabuhan Jangkar–Pelabuhan Lembar.

Baca Juga: Wisata Kuliner Ramadan di Jogja, Takjil Legendaris yang Wajib Dicoba

"Langkah ini bertujuan untuk mendistribusikan arus kendaraan agar tetap lancar, aman, dan terkendali selama periode puncak mudik,” ujar Aan.

Selain pengalihan kendaraan, pemerintah juga menetapkan kebijakan delaying system melalui titik buffer zone di jalur tol maupun non-tol serta pengaturan geofencing dengan radius 2,65 kilometer dari Pelabuhan Ketapang dan 2 kilometer dari Pelabuhan Gilimanuk.

Optimalkan Layanan

Baca Juga: Indeks Keanekaragaman Hayati Meningkat, Komitmen SIG Jaga Warisan Dunia Bulu Sipong 4 Kian Nyata

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Novia

Tags

Artikel Terkait

Terkini