Kepadatan sempat terjadi selama dua hari pada puncak arus mudik.
Baca Juga: BTN–KAI Dorong Hunian TOD: Transformasi Perumahan Dekat Stasiun untuk Kota Masa Depan
Namun, kondisi tersebut berhasil diurai secara efektif pada hari ketiga melalui langkah strategis, mulai dari penerapan buffer zone, percepatan layanan kendaraan besar, hingga pemberian prioritas penyeberangan bagi kendaraan roda dua.
Direktur Utama ASDP, Heru Widodo, menegaskan bahwa keberhasilan ini merupakan hasil kolaborasi erat lintas sektor.
Sinergi antara ASDP, Kementerian Perhubungan, TNI, Kepolisian, KSOP, BPTD, serta seluruh pemangku kepentingan menjadi fondasi utama dalam menjaga stabilitas layanan.
“Kami mengapresiasi dukungan seluruh pihak dalam memastikan layanan tetap optimal di tengah tingginya mobilitas masyarakat. Sinergi ini menjadi kunci menghadirkan perjalanan yang aman dan nyaman,” ujarnya.
Sejak awal periode Angkutan Lebaran, ASDP telah mengantisipasi lonjakan trafik melalui strategi terukur di empat cabang utama, yakni Merak, Bakauheni, Ketapang, dan Gilimanuk.
Optimalisasi armada dilakukan secara dinamis dengan dukungan pola operasi Tiba Bongkar Berangkat (TBB) guna mempercepat siklus layanan.
Selain itu, buffer zone diaktifkan dan jumlah personel diperkuat di titik-titik krusial pelabuhan.
Baca Juga: Rute Kapal Pelni Jakarta–Makassar April 2026: Jadwal Terbaru, Promo Tiket, dan Panduan Pemesanan
Dampak Signifikan Stimulus
Corporate Secretary ASDP, Windy Andale, mengungkapkan bahwa kebijakan tarif tunggal yang disertai stimulus diskon memberikan dampak nyata.
Hingga 31 Maret 2026 pukul 23.59 WIB, realisasi penyerapan stimulus mencapai Rp30,05 miliar atau 84,52 persen dari target, dengan tingkat penerima manfaat mencapai 116,92 persen.
“Capaian ini mencerminkan tingginya antusiasme masyarakat terhadap kebijakan yang mempermudah akses layanan penyeberangan,” jelasnya.
Baca Juga: Kinerja Lingkungan Unggul, PLN Group Sabet 46 Penghargaan PROPER 2025