Indonesia Resmi Ekspor Urea ke Australia, Perkuat Kerja Sama dan Ketahanan Pangan Kawasan

Photo Author
Amalia R, Kabar BUMN
- Sabtu, 16 Mei 2026 | 12:30 WIB
Indonesia resmi memulai ekspor urea perdana ke Australia sebanyak 47.250 ton untuk memperkuat ketahanan pangan kawasan Asia-Pasifik. (Dok. Pupuk Kaltim)
Indonesia resmi memulai ekspor urea perdana ke Australia sebanyak 47.250 ton untuk memperkuat ketahanan pangan kawasan Asia-Pasifik. (Dok. Pupuk Kaltim)

Baca Juga: Magang BUMN Sucofindo Dibuka! Mahasiswa Bisa Coba Posisi Environmental Certification Intern

Hasil Komunikasi Presiden RI dan Perdana Menteri Australia

Pengiriman perdana urea ini merupakan tindak lanjut dari komunikasi yang sebelumnya terjalin antara Presiden Prabowo Subianto dan Perdana Menteri Australia Anthony Albanese.

Sebelumnya, Anthony Albanese telah menyampaikan apresiasi kepada Presiden Prabowo atas persetujuan ekspor urea Indonesia ke Australia.

Apresiasi tersebut disampaikan melalui sambungan telepon pada 21 April 2026. Pemerintah Indonesia juga memastikan bahwa kebijakan ekspor dilakukan secara terukur dan tetap mengutamakan pemenuhan kebutuhan pupuk nasional.

Baca Juga: Cuaca Panas Makin Terik, Ini Rekomendasi Minuman Terbaik untuk Cegah Dehidrasi

Diplomasi Pangan di Tengah Tantangan Global

Direktur Utama Pupuk Indonesia, Rahmad Pribadi, menilai ekspor urea ke Australia tidak hanya sebatas aktivitas perdagangan biasa.

Menurutnya, momentum ini mencerminkan peran strategis Indonesia sebagai bagian dari solusi atas tantangan rantai pasok pangan dan pupuk global.

Baca Juga: PT GDPS Buka Lowongan Sales & Marketing di Jakarta, Simak Kualifikasi dan Cara Daftarnya

“Pengiriman urea ke Australia hari ini bukan sekadar aktivitas perdagangan, tetapi juga bagian dari diplomasi pangan Indonesia dalam memperkuat ketahanan pangan kawasan Asia-Pasifik,” kata Rahmad.

Rahmad menegaskan bahwa kebutuhan pupuk domestik tetap menjadi prioritas utama.

Pada 2026, Pupuk Indonesia menargetkan produksi urea mencapai 7,8 juta ton, sementara kebutuhan nasional diperkirakan sekitar 6,3 juta ton. Dengan adanya surplus sekitar 1,5 juta ton, ekspor dinilai tidak akan mengganggu pasokan dalam negeri.

Baca Juga: Bayar PBB Kini Bisa dari HP, Begini Cara Praktis Lewat BRImo

“Pupuk Indonesia tetap mampu menjaga kebutuhan domestik sekaligus mempertahankan fleksibilitas ekspor secara terukur dan bertanggung jawab,” kata Rahmad.

Deputy Ambassador Australia untuk Indonesia, Gita Kamath, turut menyampaikan apresiasi atas dimulainya kerja sama pengiriman urea tersebut. Pemerintah Australia menilai kerja sama ini menjadi cerminan hubungan erat dan kemitraan kuat antara kedua negara.

“Atas nama Pemerintah Australia dan Duta Besar Australia, saya ingin menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya. Australia sangat menghargai hubungan dengan Indonesia dan kerja sama ini mencerminkan persahabatan serta kemitraan yang kuat antara Australia dan Indonesia,” kata dia.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Amalia R

Tags

Artikel Terkait

Terkini