Indonesia Resmi Ekspor Urea ke Australia, Perkuat Kerja Sama dan Ketahanan Pangan Kawasan

Photo Author
Amalia R, Kabar BUMN
- Sabtu, 16 Mei 2026 | 12:30 WIB
Indonesia resmi memulai ekspor urea perdana ke Australia sebanyak 47.250 ton untuk memperkuat ketahanan pangan kawasan Asia-Pasifik. (Dok. Pupuk Kaltim)
Indonesia resmi memulai ekspor urea perdana ke Australia sebanyak 47.250 ton untuk memperkuat ketahanan pangan kawasan Asia-Pasifik. (Dok. Pupuk Kaltim)

Kabar BUMN - Indonesia resmi memulai ekspor perdana produk urea ke Australia melalui skema kerja sama antar pemerintah atau Government-to-Government (G2G).

Langkah ini menjadi bagian penting dalam memperkuat ketahanan pangan regional sekaligus mempererat hubungan bilateral kedua negara di kawasan Asia-Pasifik.

Selain memperkuat rantai pasok pupuk, kerja sama ini juga menandai posisi Indonesia sebagai mitra strategis dalam menghadapi tantangan pangan global.

Baca Juga: Volume Kendaraan Meningkat Saat Libur, Jasa Marga Tekankan Pentingnya Kondisi Pengemudi

Ekspor perdana tersebut dilaksanakan oleh PT Pupuk Indonesia melalui anak usahanya, PT Pupuk Kalimantan Timur.

Pelepasan pengiriman dilakukan di Dermaga BSL Pupuk Kaltim, Bontang, pada Kamis (14/5/2026).

Acara inaugurasi dihadiri Menteri Pertanian RI Andi Amran Sulaiman, Deputy Ambassador Australia untuk Indonesia Gita Kamath, Direktur Utama Pupuk Indonesia Rahmad Pribadi, Direktur Utama Pupuk Kaltim Gusrizal, serta berbagai pemangku kepentingan terkait.

Baca Juga: Seharian Wisata di Kawasan Suryakencana, Bogor, Menikmati Suasana Khas Pecinan dan Wisata Kuliner

Target Ekspor Bisa Tembus 500 Ribu Ton

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menjelaskan bahwa ekspor urea ke Australia menjadi tonggak penting dalam transformasi industri pupuk nasional.

Pada tahap awal, Indonesia mengirimkan sebanyak 47.250 ton urea sebagai bagian dari komitmen kerja sama yang telah disepakati.

Baca Juga: Naik Kereta dari Jogja dan Solo Lebih Hemat! Ini Daftar Tarif Khusus KAI Mulai Rp45 Ribuan

“Ini mencetak sejarah, karena (kita) akan mengekspor pupuk ke beberapa negara termasuk Australia."

"Rencana kita mengekspor ke Australia sesuai dengan pembicaraan Perdana menteri Australia dan Bapak Presiden yaitu 250.000 ton, tapi akan ditingkatkan menjadi 500.000 ton, nilainya kurang lebih Rp 7 triliun,” kata dia.

Komitmen awal kerja sama antara Indonesia dan Australia mencapai 250.000 ton urea. Jumlah tersebut direncanakan meningkat hingga 500.000 ton dengan nilai ekonomi diperkirakan mencapai sekitar Rp7 triliun.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Amalia R

Tags

Artikel Terkait

Terkini