Indonesia Resmi Ekspor Urea ke Australia, Perkuat Kerja Sama dan Ketahanan Pangan Kawasan

Photo Author
Amalia R, Kabar BUMN
- Sabtu, 16 Mei 2026 | 12:30 WIB
Indonesia resmi memulai ekspor urea perdana ke Australia sebanyak 47.250 ton untuk memperkuat ketahanan pangan kawasan Asia-Pasifik. (Dok. Pupuk Kaltim)
Indonesia resmi memulai ekspor urea perdana ke Australia sebanyak 47.250 ton untuk memperkuat ketahanan pangan kawasan Asia-Pasifik. (Dok. Pupuk Kaltim)

Baca Juga: IAS Luncurkan Dashboard Risiko Digital, Perkuat Tata Kelola dan Pengambilan Keputusan

Stok Pupuk Nasional Dipastikan Tetap Aman

Di tengah dimulainya ekspor ke Australia, Pupuk Indonesia memastikan stok pupuk nasional tetap dalam kondisi aman. Hingga 13 Mei 2026, stok pupuk nasional tercatat mencapai 1,1 juta ton dan didukung kapasitas produksi optimal di seluruh fasilitas perusahaan.

“Saat ini stok pupuk mencapai 1,1 juta ton yang menunjukkan ketahanan pasokan nasional. Jumlah ini akan terus dijaga seiring produksi Pupuk Indonesia yang berjalan optimal dengan kapasitas produksi harian mencapai 25 ribu ton urea dan 15 ribu ton pupuk NPK,” kata Rahmad Pribadi.

Baca Juga: 20 Ide Caption Bahasa Inggris Bertema Long Weekend, Cocok untuk Instagram hingga TikTok

Untuk menjaga distribusi berjalan efektif, perusahaan mengandalkan teknologi digital berupa Command Center dan sistem i-Pubers.

Teknologi tersebut memungkinkan pemantauan stok dan penebusan pupuk secara real-time hingga tingkat kios atau titik serah, sehingga penyesuaian distribusi bisa dilakukan lebih cepat saat terjadi lonjakan kebutuhan di wilayah tertentu.

“Lewat Command Center dan sistem i-Pubers, kami bisa memantau pergerakan stok pupuk secara real-time hingga tingkat kios. Dengan sistem ini, penyesuaian distribusi dapat dilakukan lebih cepat ketika terdapat wilayah dengan kebutuhan pupuk yang meningkat,” ujar Rahmad.

Baca Juga: LKBN ANTARA Buka Lowongan Magang Administrasi di Jakarta, Fresh Graduate dan Mahasiswa Aktif Bisa Daftar

Optimalisasi sistem distribusi tersebut turut mendukung penyaluran pupuk subsidi yang hingga 13 Mei 2026 telah mencapai 3,5 juta ton atau sekitar 36 persen lebih tinggi dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. ***

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Amalia R

Tags

Artikel Terkait

Terkini