Kabar BUMN - Dalam beberapa bulan ini kita mendengar berita duka tentang kematian beberapa orang dengan obesitas. Sementara jauh di Jepang, atlet sumo atau rikishi dalam bahasa Jepang memiliki ciri khas bentuk tubuh yang luar biasa besar dan gemuk. Berat atlet-atlet ini berkisar antara 130-150 kg.
Tidak sedikit orang yang jadi bertanya-tanya, bagaimana mungkin orang Jepang yang umumnya bertubuh langsing bisa memiliki bobot sedemikian rupa, tetapi tampaknya sehat-sehat saja.
Tidak sekadar gemuk, ternyata atlet sumo memang sengaja atau harus memiliki bobot yang jauh di atas kebanyakan orang pada umumnya.
Baca Juga: 6 Rahasia Sehat dan Panjang Umur Masyarakat Jepang
Berawal dari ritual keagamaan
Tradisi sumo sudah ada di Jepang sejak 1500 tahun lalu. Awalnya sumo adalah ritual keagamaan yang sering ditampilkan di kuil-kuil dalam festival panen. Tujuannya untuk menghormati arwah yang disebut kami.
Dalam perkembangannya, sumo menjadi pertandingan olahraga. Namun, sebelum pertandingan tetap didahului dengan ritual pemurnian Shinto. Dan saat seorang atlet mendapat gelar yokozuna (rangking tertinggi dalam sumo), ia melakukan upacara khusus di kuil Meiji di Tokyo.
Kalau dulu atlet sumo merupakan orang Jepang asli, sekarang padepokan sumo sudah menerima orang asing. Tentu saja ia harus melewati seleksi dan pelatihan khusus dulu. Aturannya, hanya boleh ada satu pesumo asing yang bertanding dalam satu kurun waktu.
Baca Juga: Ini Etika yang Harus Dipatuhi Selama Liburan di Jepang Agar Tidak Kena Masalah
Orang asing yang ingin jadi pesumo tidak hanya harus bisa bahasa Jepang tetapi juga mendalami kebudayaan Jepang secara mendalam. Dan mengerti filosofi pesumo dengan baik.
Diet khusus
Menilik bobotnya yang begitu besar, bisa jadi orang berpikir atlet sumo bebas memakan apa saja yang diinginkannya. Kenyataannya, setiap pesumo menjalani aturan diet yang sangat ketat sehingga bisa memiliki berat sekitar 130-150 kg dengan komposisi lemak ‘hanya’ sekitar 25-30%.
Komposisi lemak seperti ini akan memberikan kehangatan dan kekuatan dalam melakukan serangkaian pertandingan yang panjang.
Di pagi hari, pesumo memulai hari untuk latihan selama lima jam dengan perut kosong. Setelah berlatih baru menikmati makan siang yang sangat banyak. Salah satu menu wajibnya adalah chanko-nabe.
Ini adalah stup atau semur yang terbuat dari campuran sayur-sayuran seperti bok choy, daikon, jamur, ayam, ikan, daging giling, dan toku. Selain chanko-nabe, pesumo juga harus banyak mengonsumsi nasi sebagai sumber energi. Jumlah antara daging, ikan dan karbohidrat harus seimbang.
Rata-rata dalam sehari seorang pesumo harus mengkonsumsi kalori 3.000-5.000 perhari. Ini jumlahnya bisa dibilang dua kali dari rata-rata manusia dewasa.
Baca Juga: Onigiri, Nasi Kepal ala Jepang yang Lezat, Bergizi, nan Mengenyangkan
Tidak boleh junk food
Selain menu rutin chanko-nabe dan nasi. Pesumo juga wajib mengkonsumsi banyak cairan seperti air putih, susu, dan minuman olah raga agar tetap terhidrasi dan ternutrisi.
Artikel Terkait
PT Perikanan Indonesia Ekspor 205 Ton Ikan Cakalang ke Jepang
Berangkat ke Jepang, PLN Indonesia Power Makin Garang Kembangkan Energi Terbarukan
Hotel Kapsul di Jepang, Pengalaman Unik Tersendiri Bagi Pelancong
Deretan Kereta Cepat Tercepat Di Dunia, Mulai dari China, Italia, Spanyol dan Jepang
Ingin Hidup Sehat dan Panjang Umur? Bisa Mulai Melirik Makanan dan Minuman yang Dikonsumsi Masyarakat Jepang
3 Resep Masakan Jepang yang Sederhana dan Mudah, Cocok Bagi Pemula di Dapur