Autoimun, Tatkala Antibodi yang Harusnya Melindungi Menyerang Balik Sel Sehat Dalam Tubuh

Photo Author
Lucy SL, Kabar BUMN
- Senin, 14 Agustus 2023 | 18:00 WIB
Ilustrasi. Sel dan jaringan tubuh yang diserang sel imun atau antibodi. (kjpargeter/Freepik)
Ilustrasi. Sel dan jaringan tubuh yang diserang sel imun atau antibodi. (kjpargeter/Freepik)

Kedua, menderita infeksi bakteri dan virus. Ketiga, mereka yang terkena paparan bahan kimia seperti merkuri, dioksin atau pestisida. Keempat, gaya hidup seperti merokok dan obesitas.

Baca Juga: Carpal Tunnel syndrom, Penyakit Jari dan Pergelangan Tangan Akibat Keseringan Menggunakan Ponsel

Sering merasa lemas
Gejala penyakit autoimun ini kadang mirip dengan penyakit biasa sehingga orang sering tidak menyadarinya.

Beberapa gejalanya antara lain, sering merasa lemas, otot pegal atau nyeri sendiri, munculnya ruam-ruam merah di kulit.

Kemudian, sering demam tanpa sebab, mengalami peradangan di sendi atau wajah, dan rambut rontok dalam jumlah yang sangat banyak.

Baca Juga: 10 Kebiasaan Buruk Pemicu Penyakit Jantung

Tidak berarti seseorang dengan gejala-gejala tersebut sudah pasti mengidap autoimun. Diperlukan rangkaian pemeriksaan lebih lanjut dan komprenhensif.

Untuk mendiagnosa penyakit ini, dokter akan melihat riwayat kesehatan keluarga dan penyakit pasien.

Selanjutnya akan dilakukan test antinuclear antibody. Test ini berguna mengecek aktivitas antibodi yang menyerang tubuh.

Baca Juga: Awas! Polusi Udara Bisa Berdampak Negatif untuk Kesehatan Mata, Ini Cara Mencegahnya

Selain itu, juga akan dilakukan tes darah lengkap untuk mengecek jumlah sel darah merah dan sel darah putih.

Tes lain yang dilakukan adlah tes C-Reactive protein untuk mendeteksi peradangan dalam tubuh.***

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Lucy SL

Sumber: Healthline, alodokter.com

Tags

Artikel Terkait

Terkini