Kualitas Udara di Jakarta Sangat Buruk, Ini Beberapa Cara Mencegah ISPA

Photo Author
Lucy SL, Kabar BUMN
- Rabu, 16 Agustus 2023 | 07:00 WIB
Ilustrasi. Udara kota dengan polusi udara yang parah. (Andrew Main Oster/Pexels)
Ilustrasi. Udara kota dengan polusi udara yang parah. (Andrew Main Oster/Pexels)

Jangan lupa juga tutup mulut dan hidung saat sedang bersin. Ini akan mencegah penularan pada orang lain.

Banyak minum air hangat
Bagi orang yang sudah merasakan gejala ISPA, seperti batuk dan pilek disarankan untuk menambah konsumsi air putih.

Baca Juga: Pakai Masker Saja Belum Cukup, Ini 5 Tips Jaga Kesehatan saat Kualitas Udara Buruk

Sering-seringlah minum air hangat. Ini akan membantu mengencerkan dahak yang banyak berkumpul di tenggorokan.

Alternatif lain, mengonsumsi minuman hangat lainnya. Misalnya teh yang dicampur dengan madu. Ini tidak hanya melegakan tenggorokan tetapi bisa meningkatkan iimunitas tubuh.

Bila tenggorokan sering gatal, boleh juga berkumur-kumur dengan air hangat yang sudah dicampur dengan garam.

Baca Juga: Bukan Hanya Sekedar Pelepas Dahaga, Air Putih Punya 5 Manfaat yang Baik Jika Rutin Diminum Setiap Hari

Ini akan membersihkan tenggorokan dari kuman dan bakteri yang tidak sengaja masuk.

Tingkatkan imunitas tubuh
Penyakit ISPA sangat berkaitan dengan imunitas tubuh. Karena itu jangan lupa mengkonsumsi makanan kaya serat dan vitamin seperti wortel, brokoli, sayur-sayuran hijau dan buah-buahan.

Bisa juga ditambahkan dengan suplemen atau vitamin C, serta jangan lupa berolahraga secara teratur untuk meningkatkan kekebalan tubuh.

Baca Juga: Melemahkan Imunitas, Hindari 5 Makanan dan Minuman Ini

Bagi orang yang berolahraga di udara terbuka, sebaiknya lakukan saat masih sangat pagi di mana polusi udara belum tinggi. Bisa juga divariasikan dengan olahraga di dalam ruangan.

Cukup banyak olahraga yang bisa dilakukan di dalam ruangan seperti lompat tali, angkat beban, atau yoga.***

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Lucy SL

Sumber: Halodoc.com, Mayo Clinic

Tags

Artikel Terkait

Terkini