Apa Itu Burnout yang Sering Menyerang Millenial dan Gen Z?

Photo Author
Lucy SL, Kabar BUMN
- Kamis, 14 September 2023 | 16:00 WIB
Ilustrasi. Seseorang dengan burnout seringnya akan mengalami penurunan motivasi dan performa kerja. (Nataliya Vaitkevich/Pexels)
Ilustrasi. Seseorang dengan burnout seringnya akan mengalami penurunan motivasi dan performa kerja. (Nataliya Vaitkevich/Pexels)

1. Harapan kerja yang tidak realistis
Harapan kerja yang tidak realistis sering jadi penyebab utama burnout.

Seseorang yang baru masuk kerja rawan mengalami burnout.

Di antaranya, karena pekerjaan yang dihadapi tidak sesuai dengan job description ketika melamar pekerjaan.

Baca Juga: 16 Tips Menghadapi Hari Pertama Kerja untuk Pemula, Fresh Graduate Simak Baik-baik

Atau beban kerja dan tanggung jawab yang berbeda jauh dengan saat masih kuliah atau saat belum kerja.

Belum lagi reward atau gaji yang didapat ternyata dirasa tidak imbang dengan tuntutan kerja.

Baca Juga: Anak Buah Stres, Jangan Dibiarkan, Ini Panduan untuk Membantunya di Tempat Kerja

2. Micromanagement
Ada beberapa kantor yang memiliki gaya micromanagement.

Gaya manajemen ini dimana atasan mengawasi begitu detil kerja anak buah.

Setiap menit, setiap detik, atasan ini akan mengecek pekerjaan atau kegiatan bawahannya.

Baca Juga: 10 Ciri-ciri Atasan atau Bos Toxic yang Perlu Diwaspadai

Kondisi ini pada dasarnya bisa menimbulkan stres dan lingkungan kerja tidak sehat.

Sang anak buah pun merasa mereka tidak bebas bekerja dan sulit mengambil keputusan sendiri.

Baca Juga: Jika Atasan Terus-terusan Limpahkan Pekerjaan Tambahan, Ini Cara Menolak Dengan Sopan

3. Instruksi yang buruk
Instruksi pekerjaan buruk atau kurangnya komunikasi sering kali menjadi sumber konflik.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Lucy SL

Sumber: Forbes.com, positivepsychology.com

Tags

Artikel Terkait

Terkini