Sebelum Kutu Busuk di Paris, Beberapa Kota Besar Dunia Sudah Bermasalah dengan Tikus. Paris Lagi-lagi Termasuk

Photo Author
Lucy SL, Kabar BUMN
- Minggu, 8 Oktober 2023 | 18:00 WIB
Ilustrasi. Begitu banyaknya jumlah tikus di Paris, muncul wacana dari pemerintah lokal agar manusia hidup berdampingan dengan tikus.  ( Jo Kassis/Pexels)
Ilustrasi. Begitu banyaknya jumlah tikus di Paris, muncul wacana dari pemerintah lokal agar manusia hidup berdampingan dengan tikus. ( Jo Kassis/Pexels)

Baca Juga: Ingin Berburu Aurora yang Indah? Ketahui Waktu Terbaik untuk Melihatnya di Finlandia, Jangan Saat Musim Panas

London
London kota kedua di negara barat yang paling banyak dipenuhi tikus.

Populasi tikus ini jadi masalah besar ketika London jadi tuan rumah Olimpiade tahun 2012.

Pemerintah Inggris mengeluarkan dana besar untuk memperbaiki konstruksi kota dan membasmi tikus.

Baca Juga: Kenalan dengan Air Terjun Tertinggi di Indonesia, Tingginya Hampir Dua Kali Lipat Tugu Monas

Walaupun sudah banyak cara dilakukan tetapi kenyataannya tikus musnah sepenuhnya.

Diperkirakan ada sekitar 7,5 juta tikus di London yang berkeliaran, termasuk di istana Buckingham.

Tahun 2019 istana Buckingham sampai mengeluarkan biaya cukup banyak untuk membasmi tikus.

Baca Juga: Spot Malam Mingguan Paling Hits di Solo, Ini 5 Tempat Wisata Gratis yang Recomended untuk Dikunjungi

Paris
Sejak abad ke 19, tikus sudah menguasai gorong-gorong dan tiang listrik di kota Paris.

Kadang hewan pengerat ini muncul pula di antara panci makanan di restoran.

Barang kali ini juga yang jadi inspirasi film Ratatouille yang berkisah tentang tikus jago masak di Paris.

Baca Juga: Healing di Hidden Beach-nya Gunungkidul, Pantai Pringjono Cocok untuk Melepas Penat dan Stress

Sampai sekarang keberadaan tikus tidak bisa dihilangkan begitu saja.

Paris menempati urutan ke empat sebagai kota di negara barat yang paling banyak tikusnya.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Lucy SL

Sumber: Forbes, mphonline.org

Tags

Artikel Terkait

Terkini