Kartini belajar dari pekerja di kadipaten bernama Mbok Dullah.
Kartini juga pernah menghadiahkan sarung batik buatannya pada teman dekatnya Nyonya Abendanon.
Baca Juga: Ingin Wisata ke Kampung Batik Laweyan Solo? Coba Lakukan Beragam Aktivitas Seru yang Rekomended Ini
Kartini memengaruhi perubahan motif batik
Selain Kartini, adiknya Kardinah juga banyak berperan dalam perluasan batik di masyarakat Jawa.
Kardinah menikah dengan bupati Tegal.
Bersama kartini dia memiliki andil dalam perubahan corak dan motif batik khas Tegal.
Baca Juga: Jalan-Jalan ke Kampung Batik Kauman di Pekalongan, Beragam Pesona Bisa Dinikmati Sekaligus
Lewat sekolah Kepandaian Putri Wismo Pranowo, Kardinah pun memperkenalkan batik pada anak didiknya.
Tidak hanya untuk mereka gunakan sendiri tetapi juga untuk dipamerkan dan dijual.
Seragam Mahasiswa Stovia
Penggunaan Batik semakin memasyarakat setelah tahun 1920an.
Baca Juga: Pertamina Berikan Pelatihan Batik Ecoprint untuk Sahabat Difabel
Batik pun mulai digunakan mahasiswa STOVIA (School tot Opleiding van Indische Artsen).
Di sekolah kedokteran zaman kolonial Belanda para mahasiswanya menggunakan atasan jas putih.
Dipadu dengan kain jarik bemotif batik sebagai bawahnnya. Tak lupa dilengkapi dengan blangkon.
Baca Juga: Sejarah dan Keunikan Motif Batik Blitar
Penggunaan batik oleh para mahasiwa ini menggambarkan kebanggaannya akan budayanya sendiri.***
Artikel Terkait
Berkunjung ke Butik Cigar di Medan, Kenali Sejarah Tembakau dan Proses Pembuatan Cerutu
Sejarah Paskibraka, Awalnya Satu Pasukan Melambangkan Jumlah Sila Pancasila
Bukan Cikini ke Gondangdia, Ini Walking Tour di Kawasan Cikini Saja, Penuh Sejarah dan Romantisme Masa Lampau
Menelusuri Sejarah Musik Tanah Air di Lokananta, Studio Rekaman Pertama yang Ada di Indonesia
Kota Lama Semarang, Jejak Sejarah di Tengah Kehidupan Modern
Pabrik Gula Madukismo, Destinasi Wisata di Yogyakarta dengan Sejarah Panjang dan Uniknya