Bukan dari Indonesia, Ternyata Teknik Membatik Aslinya Berasal dari India dan Srilanka

Photo Author
Lucy SL, Kabar BUMN
- Selasa, 10 Oktober 2023 | 12:00 WIB
Kartini, bersama dua adiknya, Roekmini dan Kardinah, selalu menggunakan kain batik yang ditulisnya sendiri.  (muskinat.net)
Kartini, bersama dua adiknya, Roekmini dan Kardinah, selalu menggunakan kain batik yang ditulisnya sendiri. (muskinat.net)

Khusus untuk keluarga keraton
Di Indonesia, pada awalnya batik adalah seni menghias kain yang diperuntukan untuk keluarga kerajaan.

Baca Juga: Peringati Hari Batik Nasional 2023, KAI Gelar Fashion Batik on The Train and Station

Hanya keluarga keraton Jawa yang bisa menggunakan batik.

Perluasan penggunaan batik dimulai pada masa pergerakan nasional.

Pada tahun 1911, H. Samanhudi, seorang pedagang batik dari Laweyan mendirikan SDI (Serikat Dagang Islam).

Baca Juga: Jalan Panjang Mitra Binaan PT Timah Ira Afriliana Memperkenalkan Keindahan Belitung Timur Melalui Batik Simpor

Organisasi ini bertujuan memperkuat persatuan pedagang batik.

Dan secara bersamaan banyak tokoh-tokoh pergerakan yang mulai menggunakan batik juga.

Pada akhirnya penggunaan batik pun semakin memasyarakat.

Baca Juga: Tiga Tahun Beroperasi, UMKM Batik Kembang Sambiloto Siap ke Jenjang Berikutnya dengan Dukungan PEP Sukowati

Kartini ikut memasyarakatkan batik
Walaupun lebih dikenal sebagai tokoh pergerakan perempuan, Kartini termasuk orang yang ikut mempromosikan batik.

Bersama dua adiknya, Roekmini dan Kardinah, Kartini sering menggunakan kebaya putih yang dikombinasikan dengan bawahan kain batik.

Batik-batik tersebut karya tangannya sendiri.

Baca Juga: 5 Kampung Batik di Beberapa Penjuru Pulau Jawa, di Jakarta Juga Ada, Lho

Kartini sudah mengenal batik sejak umur 12 tahun ketika dia masuk masa pingitan.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Lucy SL

Sumber: direktorat pai

Tags

Artikel Terkait

Terkini