Sejarah Kue Keranjang yang Selalu Hadir di Perayaan Tahun Baru Imlek

Photo Author
Lucy SL, Kabar BUMN
- Selasa, 30 Januari 2024 | 10:00 WIB
Kue keranjang atau nian gao perlambang keberuntungan dan kemakmuran setiap tahun. (lottemart.co.id)
Kue keranjang atau nian gao perlambang keberuntungan dan kemakmuran setiap tahun. (lottemart.co.id)

Perdana Menteri Wu Zixu memberi pesan pada rakyatnya.

Baca Juga: Sambut Imlek 2024, ANTAM Hadirkan Emas Batangan dengan Desain Shio Naga Kayu

Bila tembok dikepung dan keadaan semakin buruk, rakyak diingatkan untuk menggali lubang di bawah dinding.

Bertahun-tahun kemudian, ketika perang membuat masyarakat kelaparan, mereka menggali bagian bawah dinding.

Ditemukan kalau bagian bawah tembok terbuat tepung beras ketan yang dikenal dengan nama kue keranjang.

Baca Juga: 8 Fakta Menarik Perayaan Tahun Baru Imlek

Kue keranjanglah yang menjadi panganan dan menyelamatkan rakyat dari kelaparan.

Untuk memperingati peristiwa tersebut, masyarakat China membuat kue keranjang setiap perayaan tahun baru.

Tradisi ini ikut terbawa oleh masyarakat keturunan China di manapun, termasuk di Indonesia.

Baca Juga: 7 Tradisi Perayaan Imlek di Berbagai Daerah di Indonesia

Terbuat dari tepung ketan
Kue keranjang terbuat dari tepung ketan yang dicampur dengan madu.

Kemudian diuleni sampai menjadi adonan padat dan dibungkus dengan daun bambu. Setelah itu dikukus selama dua jam.

Pada perkembangannya setiap daerah di China memiliki racikan kue keranjang yang berbeda-beda.

Baca Juga: Datang dari China, Makanan Ini Dimodifikasi dan Menjadi Jajanan Pasar di Indonesia

Kue keranjang di Indonesia terbuat dari tepung ketan, dicampur gula pasir sampai menghasilkan karamel.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Lucy SL

Sumber: direktorat pai

Tags

Artikel Terkait

Terkini