6 Kuliner Lezat Khas Lampung Dimulai dari Gulai Tempoyak yang Sudah Terkenal di Mana-mana

Photo Author
Lucy SL, Kabar BUMN
- Kamis, 22 Februari 2024 | 10:00 WIB
Kemplang dengan bumbu atau sambal yang juga terbuat dari ikan. (Instagram/tommy_immotz via babad.id)
Kemplang dengan bumbu atau sambal yang juga terbuat dari ikan. (Instagram/tommy_immotz via babad.id)

Baca Juga: Mengunjungi Taman Purbakala Pugung Raharjo di Lampung Timur, Situs Purbangkala Temuan Para Transmigran

3. Gulai Taboh
Gulai taboh bisa dibilang menu gulai ikan, dengan menggunakan ikan tongkol atau tuna.

Selain itu isiannya dicampur dengan rebung, kol, kacang panjang, dan kacang merah.

Sepintas tampilannya mirip sayur lodeh, dengan rasa cenderung lebih gurih dan bumbu yang lebih tajam.

Ada dua jenis gulai taboh. Pertama, berbahan dasar ikan laut dicampur berbagai sayuran. Kedua, ikan sungai dengan kluwek saja.

Baca Juga: Berkeliling di 5 Rumahnya Bunga-Bunga Cantik, Destinasi Wisata Ini Bisa Jadi Pilihan saat Liburan ke Lampung

4. Engkak
Engkak camilan manis favorit masyarakat Lampung. Bentuknya mirip dengan kue lapis legit.

Kue ini terbuat dari tepung ketan putih, gula pasir, telur, susu dan santan.

Karena itu juga tekstur engkak lebih kenyal, lengket dan manis dibandingkan lapis legit.

Engkak mudah ditemukan di sejumlah toko oleh-oleh. Disajikannya biasanya untuk camilan sore.

Baca Juga: Bersenda Gurau dengan Clown Fish di Pulau Pahawang Besar, Lampung

5. Keripik pisang cokelat
Inilah camilan paling terkenal dan sangat mudah ditemukan di Lampung.

Jenis pisang yang digunakan beragam, mulai dari pisang kepok, pisang tanduk, pisang nangka.

Sampai dengan pisang raja, pisang ambon dan pisang kapas.

Baca Juga: Rencanakan Liburan Seru Bersama Keluarga di Krakatau Kahai Beach Resort, Lampung

Pisang ini diiris tipis, digoreng kering, setelah itu dibalur dengan bubuk cokelat yang tebal.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Lucy SL

Sumber: direktorat pai

Tags

Artikel Terkait

Terkini