5 Jenis Soto Khas Jawa Tengah yang Kurang Dikenal Luas Tapi Tidak Kurang-kurang Jumlah Peminatnya

Photo Author
Lucy SL, Kabar BUMN
- Senin, 4 Maret 2024 | 12:00 WIB
Soto kemiri khas Pati (diahdidi.com)
Soto kemiri khas Pati (diahdidi.com)

Ketela pohon ini ditumbuk lebih dahalu sampai menjadi gemblong tawar.

Setelah itu diiris kecil, dijemur dan digoreng.

Kuah soto kletuk selalu menggunakan rebusan kaldu ayam kampung sehingga cita rasanya lebih gurih.

Baca Juga: 5 Kuliner Indonesia yang Hampir Punah, Kebanyakan Karena Terkendala Bahan Baku

3. Soto krandengan
Berbeda kuah soto yang umumnya bening atau santan, soto dari Banjarnegara ini lebih mirip opor ayam.

Soto krandengan menggunakan kuah yang kuning santan dan direbus dengan daging sapi.

Kadang direbus juga dengan tambahan tulang sapi.

Soto dihidangkan bersama potongan ketupat, irisan daging sapi, toge, daun bawang, dan bawang goreng.

Baca Juga: Mengenal Kampung Kopi Konservasi di Banjarnegara, Program Binaan PLN IP yang Mampu Cegah Erosi Tanah

4. Soto grombyang
Soto Grombyang dari daerah Pemalang. Soto ini menggunakan daging sandung lamur.

Kuahnya dari kaldu daging yang sudah direbus sangat lama sehingga memberikan cita rasa yang gurih.

Bumbunya pun unik karena menggunakan tambahan kluwek dan tauco sehingga kuahnya sedikit kehitaman.

Soto disajikan dengan toge, daun bawang, bawang goreng, dan kelapa parut yang sudah disangrai.

Baca Juga: Kuliner Khas Indonesia dengan Bahan Dasar Kluwek, Cita Rasanya Gurih, Pedas, dan Beraroma Unik

5. Soto dengkul
Soto ini berasal dari Kendal. Dinamakan soto dengkul karena daging yang digunakan sumsum dengkul sapi.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Lucy SL

Sumber: direktorat pai

Tags

Artikel Terkait

Terkini