9 Maret 2024, Nantikan Kemeriahan Tradisi Dugderan di Semarang yang Sudah Berlangsung Sejak Abad ke 18

Photo Author
Lucy SL, Kabar BUMN
- Jumat, 8 Maret 2024 | 08:30 WIB
Kemeriahan karnaval Dugderan yang kini juga menjadi ajang festival penarik wisatawan. (Instagram/@agunganantonugroho via semarangkita.id)
Kemeriahan karnaval Dugderan yang kini juga menjadi ajang festival penarik wisatawan. (Instagram/@agunganantonugroho via semarangkita.id)

Kabar BUMN - Dugderan merupakan salah satu dari tradisi Ramadan yang sudah berlangsung sejak lama.

Tradisi dugderan yang berasal dari Semarang ini pertama kali muncul dan dilakukan pada tahun 1881.

Munculnya dugderan dikarenakan waktu itu masyarakat setempat memiliki pendapat berbeda tentang awal puasa.

Baca Juga: Keren! Ada Kolam Renang di Brown Canyon Semarang, Bisa Berenang Sambil Nikmati View Perbukitan Eksotis, Harga Tiketnya Murah Meriah

Karenanya pemerintah yang berkuasa, Kanjeng Bupati R.M. Tumenggung Aryo Purboningkat memberi ketetapan.

Menurutnya, hari pertama puasa dimulai setelah bedug Masjid Agung dan meriam bambu dibunyikan sebanyak tiga kali.

Setelahnya Kanjeng Bupati dan Imam Masjid Besar akan informasikan penentuan awal bulan Ramadan.

Baca Juga: Eling Bening, Spot Rekreasi Terbaik di Semarang yang Sajikan Pemandangan Alam Memesona dan Menyejukkan

Dibunyikannya bedug tersebut sebagai lambang masuknya bulan Ramadan.

Sementara bunyi meriam bambu, yang lalu digantikan dengan mercon dan kembang api, sebagai lambang kebahagiaan.

Dari situlah muncul tradisi dugderan yang berlangsung setiap tahunnya.

Baca Juga: 5 Destinasi Menarik di Kota Lama Semarang yang Wajib Banget Dikunjungi, Little Netherland yang Tertinggal

Kata dugderan sendiri berasal dari suara pukulan bedug yang ditabuh bertalu-talu.

Saat dugderan sering dibagi-bagikan roti ganjel, roti khas Semarang, pada masyarakat setempat.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Lucy SL

Sumber: gayamsari.semarangkota.go.id

Tags

Artikel Terkait

Terkini