9 Maret 2024, Nantikan Kemeriahan Tradisi Dugderan di Semarang yang Sudah Berlangsung Sejak Abad ke 18

Photo Author
Lucy SL, Kabar BUMN
- Jumat, 8 Maret 2024 | 08:30 WIB
Kemeriahan karnaval Dugderan yang kini juga menjadi ajang festival penarik wisatawan. (Instagram/@agunganantonugroho via semarangkita.id)
Kemeriahan karnaval Dugderan yang kini juga menjadi ajang festival penarik wisatawan. (Instagram/@agunganantonugroho via semarangkita.id)

Roti ganjel diharapkan akan jadi makanan pertama masyarakat untuk berbuka puasa.

Baca Juga: 3 Rekomendasi Tempat Wisata di Semarang, Cocok Untuk Kamu yang Suka Swafoto

Warak ngendog (visitjawatengah.jatengprov.go.id)

Sosok warak ngendog
Salah satu yang unik dalam arak-arak dugderan adalah munculnya patung warak ngedog.

Warak dalam bahasa Jawa artinya badak. Dalam bahasa Arab berarti pula suci.

Sementara ngendog artinya bertelur.

Baca Juga: Jelajah Kuliner Kota Lama Semarang yang Otentik dan Kental Suasana Zaman Dulunya

Ini merupakan perlambang pahala yang didapatkan setelah melaksanakan puasa.

Sosok warak ngendog merupakan hasil alkulturasi budaya Jawa, Arab dan China.

Kepala warag berbentuk seperti naga. Tubuhnya mirip dengan hewan unta.

Baca Juga: Wisata di Atas Awan, Goa Rong View Jadi Spot Rekreasi Keluarga di Semarang, Modal Rp20 Ribu Sudah Bisa Eksplor Spot Foto hingga Goanya

Kakinya yang berjumlah empat menyerupai kambing yang jadi ciri khas budaya Jawa.

Tak lupa dilengkapi dengan telur rebus atau endog.

Patung ini berukuran besar terbuat dari gabus tananam magrove dihias kertas warna-warni.

Baca Juga: Menikmati Senja di Jalan Tembus Undip – Jangli, Spot Nongkrong Favorit Warga Semarang Atas Saat Sore Hari

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Lucy SL

Sumber: gayamsari.semarangkota.go.id

Tags

Artikel Terkait

Terkini