Untuk menghasilkan satu kain dibutuhkan waktu berbulan-bulan.
Baca Juga: UMK Binaan Pertamina Kekean Wastra Gallery Berhasil Membawa Kain Tenun Indonesia Mendunia
Karena itu juga harganya terbilang mahal.
Tenun ikan Flores dihasilkan di Maumere, Sikka, Ende, Ngada, Nagekeo, Manggarai, Lio dan Lembata.
Setiap daerah memiliki motif dan warna yang berbeda-beda.
Baca Juga: Wisata Religi di Larantuka, Flores Timur, Kota yang Dijuluki Kota Bunda Maria
3. Kain Tapis
Kain dari Lampung ini simbol status sosial dan sering digunakan sebagai perlengkapan upacara keagamaan.
Ciri khas kain tapis adalah adanya benang emas dan perak.
Motif-motif yang digunakan kebanyakan bertema flora dan fauna.
Baca Juga: Kain Tradisional Khas Lampung, Kain Tapis dengan Corak Flora dan Fauna, Sudah Ada Sejak Abad Ke - 12
Motif setiap kain berbeda-beda disesuaikan dengan daerah asal.
Beberapa yang terkenal antara lain tapi pepaduan (daerah pedalaman), tapis peminggir, tapis liwa, dan tapis abung.
Baca Juga: 6 Kuliner Lezat Khas Lampung Dimulai dari Gulai Tempoyak yang Sudah Terkenal di Mana-mana
4. Songket Palembang
Songket Palembang diperkirakan sudah ada sejak zaman Kesultanan Palembang.
Sejak tahun 2013 Songket Palembang masuk dalam Warisan Budaya Tak Benda Indonesia.
Berdasarkan benang emas dan motifnya, songket Palembang terbagi atas lima jenis.
Artikel Terkait
Kawasan Tradisional Rumah Marga Tjhia, Warisan Cagar Budaya yang Kental Budaya Tiongkok di Singkawang. Bisa Beli Choi Pan Terenak Juga di Sini
Jelajahi Kekayaan Budaya Bali, 4 Destinasi Wisata yang Bisa Dikunjungi Saat Liburan ke Pulau Dewata
Pecinta Kain Tradisional, Ini Desa-desa Penghasil Kain Tenun Bernilai Budaya Tinggi di Indonesia
4 Desa Wisata di Lombok dengan Keragaman Budaya dan Kehidupan Masyarakat yang Unik
5 Atraksi Budaya yang Unik dari Suku-suku di Indonesia, Cerminan Nilai-nilai Luhur dan Identitas Bangsa