Begitu tiba di kampung ini, orang pertama kali akan melihat sebuah rumah tradisional yang besar.
Bangunan bernama Imah Gede ini terbuat dari bilik kayu dengan atap model segitiga dari rumbai-rumbai.
Imah Gede berfungsi sebagai tempat pertemuan dan berkumpul penduduk desa dengan para tetua adat atau kokolot.
Di samping Imah Gede, terdapat rumah tradisional lain yang ukurannya lebih kecil.
Uniknya bangunan ini tidak memiliki daun pintu. Pintu masuk hanya ditutupi tirai panjang saja.
Rumah ini digunakan sebagai tempat untuk menyimpan semua hasil panen.
Baca Juga: 4 Tempat Wisata Gratis di Bogor, Dua di Antaranya Tempat Ibadah dengan Bangunan yang Mengagumkan
Belajar kebudayaan Sunda
Selain suasana perkampungan, banyak yang bisa dilihat di Kampung Budaya Sindang Barang.
Pagelaran kesenian seperti jaipong, calung, angklung gubrak, bisa disaksikan di panggung pentas.
Bisa juga belajar pencak silat dan permainan lembur.
Baca Juga: D’Sawah, Resto Bernuansa Persawahan di Bogor yang Cocok untuk Healing dari Hiruk Pikuk Perkotaan
Pengunjung juga diperbolehkan memainkan satu set gamelan tatalu di kampung tersebut.
Di antara beragam tradinya, satu tradisi yang paling ditunggu orang, yakni Upacara Seren Taun.
Artikel Terkait
Sehari Jadi Turis di Kampung Turis Pangandaran, Bisa Main di Pantai dan Makan Seafood Sepuasnya
Pertahankan Kehidupan Sederhana Tanpa Aliran Listrik, Mengenal Kampung Naga, Kampung Unik di Tasikmalaya
Pecinta Kain Tradisional, Ini Desa-desa Penghasil Kain Tenun Bernilai Budaya Tinggi di Indonesia
4 Desa Wisata di Lombok dengan Keragaman Budaya dan Kehidupan Masyarakat yang Unik
4 Desa Wisata Religi di Indonesia, ke Sini Jadi Kesempatan Liburan Sekalian Beribadah Atau Sebaliknya
4 Desa Tanpa Listrik dan Internet, Berkunjung dan Liburan ke Sini Laksana Kembali ke Masa Lampau