Rupadhatu mengingatkan kita bahwa meskipun kita telah terbebas dari nafsu, kita masih terikat pada dunia material.
Baca Juga: Bukan Hujan, Ini Embun Upas di Bulan Juni, Fenomena Unik yang Bisa Ditemukan di Dataran Tinggi Dieng
Kamadhatu
Kamadhatu, bagian bawah candi, melambangkan dunia yang masih dipenuhi dengan nafsu dan sifat-sifat manusia yang bertentangan dengan ajaran Buddha, seperti hedonisme dan egoisme.
Kamadhatu mengingatkan kita tentang realitas dunia yang penuh dengan godaan dan tantangan, dan mendorong kita untuk terus berbenah diri dan melawan hawa nafsu.
Baca Juga: Pertamina Capai Laba Rp72 Triliun di Tahun 2023, Naik 17% Dibanding Tahun Sebelumnya
Adapun karakteristik lain dari candi Buddha biasanya memiliki stupa di puncaknya dan patung Buddha di berbagai bagian candi.
Bentuk candi Buddha cenderung lebih tambun dibandingkan dengan candi Hindu, dengan candi utama biasanya berada di tengah kompleks.***
Artikel Terkait
Tidak Kalah Sakral dan Misterius, Ini 4 Candi Hindu dan Buddha yang Pernah Dibangun di Luar Pulau Jawa
Wisata ke Candi Cangkuang yang Bikin Berdecak Kagum, Bisa Sekalian Naik Rakit Menyusuri Keindahan Situ Cangkuang Garut
Mengunjungi Candi Gedong Songo di Lereng Gunung Ungaran Diketinggian 1.200 Mdpl
Masih Jarang Dilirik, Ini Candi yang Kurang Dikenal di Yogyakarta
Rekomendasi Penginapan Murah Dekat Candi Borobudur, Harga Paling Murah Rp101.000
Kulineran di Sekitar Candi Borobudur, Berikut Rekomendasi 5 Restoran dengan Ambience Menarik, Ada yang Seperti di Swiss hingga Museum