Kabar BUMN - Mau ukurannya kecil atau besar, kalau itu roti buaya biasanya dengan mudah akan dikenali orang.
Dinamakan roti buaya karena roti khas Betawi ini dibuat mirip dengan buaya.
Roti buaya mengambil bentuk binatang tersebut sebagai simbol lanjut kehidupan.
Baca Juga: Warisan Kesenian Khas Betawi yang Mulai Sulit Ditemui Kecuali di Perayaan Ulang Tahun Jakarta
Konon, diambilnya bentuk ini juga tidak lepas dari kondisi Betawi, tepatnya Batavia, kala itu yang masih banyak buaya.
Masyarat Betawi percaya di sungai tinggal siluman buaya yang menjaga sumber kehidupan penting.
Dalam bahasa Betawi lama, siluman buaya ini disebut Aji Putih Nagaraksa.
Baca Juga: Kuliner Asli Betawi yang Ditetapkan Sebagai Warisan Budaya Tak Benda, Wajib dilestarikan!
Selain itu, dipilihnya buaya karena buaya diketahui merupakan binatang yang setia.
Ketika kawin buaya jantan hanya kawin satu kali dengan satu buaya betina seumur hidupnya.
Karena faktor ini juga roti buaya dijadikan antaran atau seserahan pihak laki-laki di hari pernikahannya.
Baca Juga: 4 Pahlawan dan Tokoh Nasional Asal Betawi yang Namanya Dicantumkan Menjadi Nama Jalan
Dalam proses seserahan diserahkan sepasang buaya betina dan jantan sebagai lambang sepasang keluarga baru.
Kadang ditambah roti buaya ukuran lebih kecil sebagai perlambang langgengnya pernikahan.
Artikel Terkait
Belum Banyak yang Tahu, Inilah Asal Usul Nama Kawasan di Jakarta
Jalan-Jalan Ke Setu Babakan di Jakarta, Desa Wisata Dengan Budaya Betawi
Asal Mula Penamaan ‘Kampung-kampung’ di Jakarta, Bukti Kota Ini Jadi Melting Pot Sejak Ratusan Tahun Lalu
Sejarah Pasar-Pasar di Jakarta yang Berumur Lebih dari 200 Tahun, Pasar Tanah Abang Dulu Bernama Pasar Sabtu
4 Nama Jalan Terkemuka Di Masa Jakarta Masih Bernama Batavia
Warisan Kesenian Khas Betawi yang Mulai Sulit Ditemui Kecuali di Perayaan Ulang Tahun Jakarta