4 Camilan Khas Solo yang Nyaris Punah, Harus Blusukan Dulu untuk Menemukannya

Photo Author
Lucy SL, Kabar BUMN
- Minggu, 4 Agustus 2024 | 18:30 WIB
Wedang tahok khas Solo sepintas mirip tahu sutra. (Instagram.com/@wennyhendarto via idntimes.com)
Wedang tahok khas Solo sepintas mirip tahu sutra. (Instagram.com/@wennyhendarto via idntimes.com)

Kabar BUMN - Karena faktor kedekatan, kuliner kota Solo punya kemiripan dengan kuliner Yogyakarta dan kota sekitarnya.

Meskipun begitu Solo punya kuliner yang khas dan identik dengan kekayaan alamnya.

Sayangnya, sejumlah kuliner Solo ini mulai punah. 

Beberapa masih bisa ditemukan kalau blusukan ke daerah tertentu.

Baca Juga: 4 Kuliner Malam di Solo, Ada yang Buka Sampai 24 Jam, Kumpul dengan Rekan Kerja di Jumat Malam bisa Berlama-lama

1. Opak Angin
Opak angin dimasak dengan dibakar arang. Dibolak balik sampai mengembang dan matang.

Dinamakan opak angin karena begitu dimakan langsung lumer di mulut seperti makan angin.

Opak angin terbuat dari tepung ketan yang ditumbuk dengan alu, lalu ditambahkan gula merah.

Baca Juga: Toko Podjok, Toko Bubuk Kopi di Pojok Pasar Gede Solo yang Tetap Populer dari Masa ke Masa

Cita rasanya manis dan gurih.

Camilan ini sudah ada sejak tahun 1960an tapi semakin sulit ditemukan.

Mbok Sayem salah satu penjaja yang masih berjualan opak angin.

Lokasi Opak Angin Mbok Sayem di pinggir jalan Bayangkara, dekat Soto H Fatimah Tipes, Solo.

Baca Juga: 5 Kuliner Populer di Pasar Gede Hardjonagoro, Solo, Selera Tradisional dan Otentik yang Jadi Favorit Orang

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Lucy SL

Sumber: badanbahasa.kemdikbud.go.id

Tags

Artikel Terkait

Terkini