Panglima Angin
Dibandingkan benteng-benteng warisan Belanda lainnya, Benteng Tempilang terbilang kecil.
Ukurannya 80 meter x 80 meter atau sekitar luas lapangan sepakbola.
Benteng dibangun dengan konsep mahligai yang memiliki 4 pintu.
Selain berfungsi sebagai tempat pertahanan, benteng ini dibangun sebagai gudang.
Hasil tambang disimpan di benteng ini untuk mencegah dari penjarahan.
Pada perkembangannya benteng kemudian dilengkapi juga dengan meriam.
Setiap benteng dijaga seorang panglima yang bergelar Panglima Angin.
Baca Juga: Danau Kaolin, Bekas Tambang yang Menjelma Jadi Tempat Wisata Cantik Andalan di Bangka Belitung
Lapangan rumput yang luas
Saat ini tidak banyak yang tersisa dari Benteng Tempilang.
Hanya bisa tampak sebagian dinding saja yang tersebar di lapangan rumput yang luas.
Meskipun begitu, sisa bangunannya terlihat sangat cantik dan klasik.
Masih tersisa parit-parit tambang timah.
Artikel Terkait
Berkunjung ke Cagar Budaya Monumen Serangan Umum 1 Maret di Area Museum Benteng Vredeburg Jogja
Menilik Benteng Marlborough di Bengkulu, Benteng Peninggalan Penjajah Inggris Seluas 44.000 M2
Jelajah Benteng Peninggalan Masa-masa Penjajahan dan Perjuangan Kemerdekaan yang Masih Tersisa di Indonesia
Benteng Kuto Besak, Palembang, Warisan Kesultanan Palembang yang Dibangun Selama 17 Tahun