Kuliner Kaki Lima Korea Selatan yang Ekstrem, Perlu Keberanian untuk Mencobanya

Photo Author
Lucy SL, Kabar BUMN
- Minggu, 22 September 2024 | 20:00 WIB
Beondegi, camilan dengan bahan utama ulat sutra. (Facebook/Visit Seoul)
Beondegi, camilan dengan bahan utama ulat sutra. (Facebook/Visit Seoul)

3. Malgogi
Dalam bahasa Korea, malgogi artinya daging kuda. Kuliner ini bisa ditemui di Pulau Jeju.

Bagi masyarakat Korea mengonsumsi daging kuda sama lumrahnya dengan makan daging sapi.

Banyak kedai dan restoran menyediakan malgogi.

Daging ini bisa dioleh jadi sashimi, hamburger atau sup.

Baca Juga: Rekomendasi Kuliner Halal di Lotte World Korea

Yukhoe dalam kulinari Inggris dikenal dengan istilah steak tartare. (Wikipedia/ Sydney Food Blog Review of Le Grande Bouffe)

4. Yukhoe
Hidangan ini berupa daging sapi mentah. Di jajaran kuliner Inggris sering dinamakan beef tartare.

Hidangan ini terlihat ekstrem tapi banyak disukai warga Korea.

Daging sapi atau kuda dicincang kasar setelah itu diberi minyak wijen, lada, garam dan lain-lainnya.

Kadang ditambah potongan buah pir untuk memberikan rasa segar sebagai penyeimbang.

Baca Juga: Jangan Hanya Melihatnya di Drakor, Kenali Dessert Khas Korea Selatan yang Biasa Dijual Di Street Food Seoul

5. Hongeo-hoe
Kuliner dari ikan pari ini asalnya dari provinsi Jeolla tapi bisa juga ditemui di Seoul.

Aroma hongeo-hoe sangat tajam. Tidak sedikit yang menyamakannya seperti bau pesing.

Ikan yang sudah difermentasi ini dinikmati dalam keadaan mentah seperti makan sashimi.

Hongeo sering dijajakan di tenda-tenda kaki lima Korea Selatan. Dinikmatinya jadi camilan bersama alkohol.***

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Lucy SL

Tags

Artikel Terkait

Terkini