Kabar BUMN - Selain kuliner yang lazim dan jadi hidangan sehari-hari, Indonesia juga punya kuliner ekstrem.
Disebut kuliner ekstrem karena bahan dasar yang digunakan tidak umum dan mungkin kurang lazim dikonsumsi.
Tentu saja istilah ekstrem ini menyangkut masalah kebiasaan.
Bagi masyarakat dari mana kuliner ini berasal, bisa jadi makanan ini biasa saja dan bagian dari kebudayaan.
1. Torpedo Kambing
Gulai dan tongseng kambing tentu mudah ditemukan di sejumlah rumah makan.
Tidak demikian dengan torpedo atau testikel kambing karena tidak banyak orang mau mengonsumsinya.
Jangan salah, torpedo sering diolah untuk sate, sup, gulai, atau tongseng.
Mengonsumsi torpedo kambing sendiri dipercaya memberikan vitalitas dan gairah seksual.
Baca Juga: Sajian Bubur Manis Khas Indonesia, Semangkuk Saja Cukup untuk Sempurnakan Hari Santai di Akhir Pekan
2. Paniki
Paniki termasuk kuliner ekstrem khas Minahasa. Dalam bahasa Indonesia, paniki adalah kelelawar.
Bukan sembarang kelelawar tapi jenis kelelawar pemakan buah.
Masyarakat Minahasa mengolahnya menjadi sop paniki.
Biasanya kelelawar dihilangkan bulunya dengan dibakar, baru dimasak dengan aneka bumbu dan santan.
Baca Juga: 3 Rekomendasi Kuliner Khas Pekalongan yang Wajib Dicicipi
Artikel Terkait
4 Jajanan yang Bikin Kamu Nostalgia! Nomor 4 MulaiĀ Langka
5 Jajanan Khas Solo yang Wajib Dicicipi, Nomor 5 Sudah Agak Sulit Dicari
5 Kuliner Indonesia yang Hampir Punah, Kebanyakan Karena Terkendala Bahan Baku
5 Jenis Soto Khas Jawa Tengah yang Kurang Dikenal Luas Tapi Tidak Kurang-kurang Jumlah Peminatnya