2. Biaya 6 juta gulden
Proses pembangunan Gedung Sate memakan waktu sekitar 4 tahun. Luas lahannya 27.990 meter persegi.
Gedung terdiri atas basement, lantai 1, lantai 2, teras lantai 1, teras lantai 2, menara, dan teras menara.
Pembangunannya didukung 2.000 tenaga kerja. Termasuk 150 pemahat batu nisan dari Kanton, Tionghoa.
Baca Juga: 5 Fakta Unik Jalan Braga Bandung, Pada Awalnya Hanya Jalan Kecil yang Sepi
Sementara kuli kasar dan tukang batunya warga sekitar Bandung.
Peletakan batu pertama dilakukan dua putri Roelofsen en Coops dari Batavia, simbol kerja sama antara pusat dan kota Bandung.
Pembangunan Gedung Sate memakan biaya sekitar 6 juta gulden. Itu sebabnya dibuatkan 6 tusuk sate.
Baca Juga: Pilihan Tempat Makan Terbaik di Soreang, Bandung untuk Wisatawan
3. Tusuk Sate pada puncak gedung
Ciri khas dari Gedung Sate yaitu 6 tusuk sate yang menghias puncak gedung.
Ini merupakan ornamen khusus beberapa bangunan milik pemerintah Belanda di kawasan Priangan atau Jawa Barat.
Selain Gedung Sate ada beberapa bangunan di Jawa Barat menggunakan hiasan tusuk sate.
Misalnya saja stasiun kereta api di Tasikmalaya.
Baca Juga: Pilihan Tempat Makan Terbaik di Soreang, Bandung untuk Wisatawan
4. Kantor pemerintahan
Sejak dulu hingga sekarang Gedung Sate selalu menjadi gedung pemerintahan.
Awalnya jadi bagian kantor gubernuran. Tepatnya untuk Departemen Lalulintas dan Pekerjaan Umum.
Pada masa penjajahan Jepang, gedung ini berfungsi sebagai pusat pemerintahan wilayah Jawa Barat.
Artikel Terkait
5 Fakta Gedung Joang 45 yang Terus Berganti Nama dan Fungsi, Pernah Menjadi Markas Pemuda yang Menculik Soekarno-Hatta
5 Fakta Unik Jalan Malioboro, Yogyakarta, yang Belum Banyak Diketahui Orang
Ini Fakta Unik dari Taman Nasional Komodo, Labuan Bajo
5 Fakta Unik Keraton Yogyakarta, dari Desain Bangunan Sampai Larangan Bagi Pengunjung Rumah Sultan
5 Fakta Unik Jalan Braga Bandung, Pada Awalnya Hanya Jalan Kecil yang Sepi
Fakta Menarik Gereja Katedral, Jakarta, yang Menjadi Salah Satu Tempat yang Dikunjungi Paus Fransiskus