4 Fakta dari Gedung Sate, Jumlah Sate Mengandung Arti dan Makna Tertentu

Photo Author
Lucy SL, Kabar BUMN
- Minggu, 29 September 2024 | 14:00 WIB
Gedung Sate, Bandung, Jawa Barat. (bandung.go.id)
Gedung Sate, Bandung, Jawa Barat. (bandung.go.id)

Kabar BUMN - Dari dulu hingga kini, Gedung Sate selalu menjadi salah satu gedung ikonik di kota Bandung.

Gedung Sate yang berciri khas tusuk sate ini juga merupakan salah satu cagar budaya yang dilindungi.

Bukan tempat wisata, tetapi banyak pelancong yang suka melihat ke Gedung Sate saat ke Bandung.

Berikut sejumlah fakta menarik tentang gedung yang banyak dikagumi karena arsitekturnya tersebut.

Baca Juga: Ingin ke Museum Gedung Sate? Yuk, Ketahui Cara Reservasinya!

1. Bergaya Indo-Eropa
Gedung Sate didirikan dalam satu kompleks perkantoran instansi pemerintah.

Saat itu ada rencana memindahkan ibukota ke Bandung, tetapi gagal karena resesi tahun 1930.

Gedung ini dibangun tahun 1920 oleh Arsitek Belanda Ir. J Gerber dari Jawatan Gedung Negara (landsgebouwendients).

Untuk desain, ia mendapat masukan Dr Hendrik Petrus Berlage, arsitek terkenal Belanda yang pakar nuansa tradisional.

Baca Juga: Cek Jadwal Kunjungan ke Museum Gedung Sate di Bandung, Harga Tiket Masuk Hanya Rp5 Ribu

Arsitektur Gedung Satebercirikan bangunan gaya Indo-Eropa.

Nuansa Eropa tampak pada gaya bangunan Italia di Zaman Renaissance.

Unsur tradisional terlihat pada dinding fasade depan Gedung Sate yang bercirikan ornamen tradisional candi Hindu.

Pada bagian atas model bertumpang atau atap bersusun, terinspirasi dari Meru di Bali.

Baca Juga: Wisata ke Kebun Teh di Sekitar Kabupaten Bandung, Salah Satunya Bekas Milik Albert Rudolf Bosscha

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Lucy SL

Sumber: kebudayaan.kemdikbud.go.id

Tags

Artikel Terkait

Terkini