Kuliner Ekstrem dari Gunungkidul, Rata-rata dari Hewan di Sekitar yang Dipercaya Kaya Protein

Photo Author
Lucy SL, Kabar BUMN
- Selasa, 15 Oktober 2024 | 17:00 WIB
Walang goreng, salah satu kuliner ekstrem khas Gunungkidul. (anakdolan.com)
Walang goreng, salah satu kuliner ekstrem khas Gunungkidul. (anakdolan.com)

Kabar BUMN - Selain kuliner yang cukup berbeda dari daerah di sekitarnya, Gunungkidul ternyata juga punya kuliner ekstrem.

Kuliner ini dianggap kuliner ekstrem karena bahan bakunya sedikit tidak lazim.

Kuliner ekstrem ini dibuat dari serangga yang memang mudah ditemukan di sekitar Gunungkidul.

Dan faktanya tidak sedikit orang ke Gunungkidul karena penasaran dengan kuliner ekstrem ini.

Baca Juga: 4 Tempat Sarapan yang Direkomendasikan di Gunungkidul, Yogyakarta, Bagi Pemburu Sarapan di Akhir Pekan

1. Puthul goreng
Puthul sejenis kumbang di dedaunan di awal musim penghujan dan tergolong hama perusak tanaman.

Karena itu masyarakat Gunungkidul mengambil larvanya agar serangga ini tidak bisa berkembang biak.

Larva puthul dibersihkan dengan air, sayapnya dilepas dari tubuhnya.

Setelah itu diberi bumbu bacem, ditiriskan, dan digoreng. Satu plastik puthul goreng harganya Rp40.000.

Baca Juga: Seharian Hidup Seperti Manusia Purba di Paleo Stone Age, Destinasi Wisata Ala Zaman Batu yang Sedang Hits di Gunungkidul

2. Kelelawar bacem
Hewan malam ini banyak ditemukan di gua-gua di sekitaran Gunungkidul.

Banyak orang percaya daging kelelawar bagus untuk mengobati asma, kencing manis, dan asam urat.

Daging kelelawar diolah dengan bumbu bacem seperti halnya tempe atau tahu bacem.

Satu ekor kelelawar bacem harganya Rp7.000.

Baca Juga: Dua Jam Basah-basahan di Dalam Gua di Perbukitan Kapur Gunungkidul, Ini Wisata Cave Tubing Pertama di Indonesia

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Lucy SL

Tags

Artikel Terkait

Terkini