3. Tawon goreng
Masyarakat Gunungkidul hanya mengolah anak tawon yang diambil dari sarangnya.
Setelah itu dicuci dan diberi bumbu bawang putih dan garam tumbuk.
Bila bumbu sudah meresap barulah tawon digoreng sampai kering.
Bila dulu hanya jadi panganan keluarga, sekarang tawon goreng dijual dalam kemasan plastik.
Baca Juga: Pantai-Pantai Tersembunyi di Gunungkidul yang Masih Sepi Pengunjung
4. Walang goreng
Dalam bahasa Jawa walang artinya belalang. Belalang yang digunakan dari jenis belalang kayu.
Ini dipercaya memiliki protein tinggi seperti produk hasil laut.
Cara membuatnya, walang digoreng kering dan diberi bumbu tiga rasa; gurih, pedas, dan manis.
Satu toples walang goreng antara Rp18.000-Rp 20.000.
Baca Juga: Temukan Tantangan di Pantai Ngrawah Gunungkidul, Begitu Tersembunyi, Masih Sepi, dan Menyendiri
5. Kepompong ulat jati
Masyarakat Gunungkidul menyebut kepompong dengan nama ungkrung atau entung.
Kepompong yang digunakan adalah kepompong dari ulat daun jati. Biasanya muncul di awal musim penghujan.
Kepompong dibersihkan dan dicampur dengan bawang putih dan garam. Setelah itu digoreng.
Kadang dimasak dengan cara dibacem.***
Artikel Terkait
Kuliner Ekstrem khas Indonesia, Beberapa Hanya Bisa Ditemukan di Sini. Berani Coba?
Deretan Kuliner Ekstrem dari Jepang, Ada yang Bisa Menyebabkan Kematian
6 Oleh-oleh Khas Thailand, Dari Produk Perawatan Tubuh Sampai Camilan Ekstrem
6 Kuliner Lezat khas Kulon Progo, Ada 2 yang Bagi Sebagian Orang Dianggap Ekstrem
Ragam Kuliner Berbahan Dasar Testis Hewan dari Seluruh Dunia, Ekstrem tapi Banyak Diburu Orang
Kuliner Kaki Lima Korea Selatan yang Ekstrem, Perlu Keberanian untuk Mencobanya