Tugu kemudian dibangun kembali oleh pemerintah Hindia Belanda pada tahun 1889.
Tugu baru ini berbentuk persegi, sementara puncaknya berbentuk kerucut spiral.
Baca Juga: 5 Kuliner Wajib Coba di Pasar Lempuyangan, Yogyakarta
Tingginya hanya 10 meter saja. Tugu pun dicat warna putih dengan aksen keemasan.
Tugu dinamakan De Witte Paal atau Tugu Pal Putih.
Inilah bentuk dan nama yang dipertahankan hingga sekarang.
Baca Juga: 3 Tempat Ngopi Tradisional khas Yogyakarta, Racikan Lokal dengan Rasa Luar Biasa
3. Selurusan dengan Gunung Merapi
Bukan tanpa sebab Tugu Yogyakarta berada di tempatnya yang sekarang.
Konon bila ditarik garis imajiner, posisi tugu ini lurus dengan tiga titik lainnya.
Yaitu Pantai Parangtritis, Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat, dan Gunung Merapi di Sleman.
Konon ketika bertapa, Sultan menggunakan tugu sebagai patokan untuk mengadap ke puncak Gunung Merapi.
Baca Juga: 5 Fakta Unik Jalan Malioboro, Yogyakarta, yang Belum Banyak Diketahui Orang
4. Jadi cagar budaya
Tahun 2012, Tugu Yogyakarta dicat ulang dan direnovasi.
Di sekeliling tugu ditambahkan dengan taman kecil.
Saat ini Tugu Yogyakarta jadi landmark kota dan jadi titik awal bagi yang ingin berwisata di sekitarnya.
Tugu Yogyarkarta sangat dekat stasiun kereta, Malioboro, pasar Beringharjo, dan Titik Nol.***
Artikel Terkait
Ini Fakta Unik dari Taman Nasional Komodo, Labuan Bajo
5 Fakta Unik Keraton Yogyakarta, dari Desain Bangunan Sampai Larangan Bagi Pengunjung Rumah Sultan
5 Fakta Unik Jalan Braga Bandung, Pada Awalnya Hanya Jalan Kecil yang Sepi
Fakta Menarik Gereja Katedral, Jakarta, yang Menjadi Salah Satu Tempat yang Dikunjungi Paus Fransiskus
4 Fakta dari Gedung Sate, Jumlah Sate Mengandung Arti dan Makna Tertentu
Fakta Tentang Puncak, Bogor, yang Sejak Zaman Belanda Sudah Memikat Orang untuk Liburan ke Sana