Kabar BUMN - Meskipun penuh sejarah, Benteng Vastenburg peninggalan Belanda di Solo, Jawa Tengah, sempat terbengkalai.
Benteng Vastenburg baru direvitalisasi setelah dimasukkan ke dalam cagar budaya Indonesia.
Dan setelah proses revitalisasi itu, Benteng Vastenburg mulai menarik minat kunjungan warga dan turis.
Baca Juga: Sering Dikira Singapura, Padahal Taman Hijau Ini Berlokasi di Tengah Kota Solo, HTM Cuma 5 Ribu
Untuk mengawasi aktivitas keraton
Benteng Vastenburg didirikan tahun 1745 pada masa Gubernur Jenderal Baron van Imhoff.
Meskipun dibilang untuk perlindungan, tujuan utama pendirian benteng sejatinya untuk mengawasi Keraton Solo.
Benteng ini berada di dekat rumah Gubernur Jendral (saat ini Balai kota Solo) dan Alun-Alun Kidul Solo.
Awalnya benteng diberinama Grootmoedigheid dan tahun 750 diganti jadi Benteng Vastenburg.
Benteng Vastenburg menempati lahan sekitar 7 hektare.
Bangunannya berbentuk segi empat yang dilengkapi dengan bastion di setiap sudutnya.
Baca Juga: 5 Destinasi Wisata Wajib untuk Solo Traveling di Kota Solo
Bastion digunakan sebagai tempat pertahanan. Ada meriam tembak dipasang di situ.
Benteng ini tingginya sekitar 6 meter dengan ketebalan 10 meter.
Artikel Terkait
Jelajah Benteng Peninggalan Masa-masa Penjajahan dan Perjuangan Kemerdekaan yang Masih Tersisa di Indonesia
Benteng Kuto Besak, Palembang, Warisan Kesultanan Palembang yang Dibangun Selama 17 Tahun
Dibangun dari Telur dan Pasir, Benteng Tempilang di Bangka Mampu Melindungi Timah dari Penjarahan Bajak Laut
Benteng Otanaha: Jejak Sejarah Portugis di Gorontalo
Museum Benteng Vredeburg Yogyakarta: Jam Operasional dan Harga Tiket Masuk
Benteng-benteng Peninggalan Belanda yang Masih Berdiri Kokoh di Jawa Tengah