4 Tempat Wisata Sejarah yang Wajib Dikunjungi di Gorontalo

Photo Author
Lucy SL, Kabar BUMN
- Senin, 9 Desember 2024 | 08:30 WIB
Benteng Otanaha, Gorontalo, didirikan Naha, anak Raja Ilato dari Kerajaan Limboto, untuk pertahanan melawan Portugis. (tripadvisor.co.id/Tony M)
Benteng Otanaha, Gorontalo, didirikan Naha, anak Raja Ilato dari Kerajaan Limboto, untuk pertahanan melawan Portugis. (tripadvisor.co.id/Tony M)

Kabar BUMN - Selain wisata laut dan pantainya, Gorontalo juga menyimpan beberapa tempat wisata sejarah menarik.

Seperti bekas kesultanan, yang jauh sebelum kemerdekaan Republik Indonesia, berdiri di Gorontalo.

Di Gorontalo juga terdapat benteng yang didirikan VOC yang masuk daerah tersebut di abad 16.

Selain itu, Gorontalo juga sudah menjadi pusat penyebaran agama Islam di kawasan Indonesia Timur.

Baca Juga: 5 Tempat Wisata yang Wajib Dikunjungi di Gorontalo, Surganya Wisata Bahari yang Mengagumkan

1. Benteng Otanaha
Benteng tertua di Gorotalo ini didirikan tahun 1522, tetapi ada juga yang bilang tahun 1585.

Benteng didirikan Naha, anak Raja Ilato dari Kerajaan Limboto, untuk pertahanan melawan Portugis.

Kala itu, Portugis bergerak dari Ternate dan mencoba masuk ke pelabuhan-pelabuhan di Sulawesi.

Baca Juga: Benteng Otanaha: Jejak Sejarah Portugis di Gorontalo

Awalnya kedatangannya disambut baik, karena kemudian ingin memonopoli, dilakukan perlawanan.

Benteng Otanaha dibangun di atas perbukitan. Terdiri atas 4 buah persinggahan dan 348 anak tangga.

Saat ini Benteng Otanaha sudah menjadi cagar budaya.

Lokasi benteng di Kelurahan Dembe I, Kecamatan Kota Barat, Gorontalo.

Baca Juga: Jelajah Benteng Peninggalan Masa-masa Penjajahan dan Perjuangan Kemerdekaan yang Masih Tersisa di Indonesia

Monumen Nani Wartabone, Gorontalo. (kumparan.com)

2. Monumen Nani Wartabone
Monumen ini didirikan untuk mengenang Nani Wartabone, seorang pahlawan Gorontalo.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Lucy SL

Sumber: direktorat pai

Tags

Artikel Terkait

Terkini