Ulat ini banyak muncul di saat usai panen sagu.
Setelah sagu ditebang, tiga bulan kemudian muncul larva dari ulat sagu. Inilah yang kemudian diolah.
Masyarakat Mentawai paling sering mengolahnya menjadi sate.
Ulat sagu dibumbui sedikit garam dan dibakar. Rasanya sangat gurih.
Selain itu, batra juga bisa dimasak di dalam bambu dan dibakar.
Ulat diiris dulu bagian perutnya, lalu diberi air kelapa muda. Batra yang matang dinikmati dengan sagu.
3. Ulat sagu
Masyarakat Papua sudah terkenal sering mengkonsumsi ulat sagu yang banyak tumbuh di daerahnya.
Dipercaya kelezatan ulat sagu muncul dari telur yang menetas setelah batang pohon sagu membusuk.
Seperti juga di Mentawai, ulat sagu paling sering diolah menjadi sate.
Masyarakat setempat menyebutnya sebagai manggia.
Baca Juga: Destinasi Wisata Alam dan Budaya di Papua
4. Toek
Ini kuliner ekstrem lainnya dari Mentawai.
Artikel Terkait
Kuliner Ekstrem khas Indonesia, Beberapa Hanya Bisa Ditemukan di Sini. Berani Coba?
6 Kuliner Lezat khas Kulon Progo, Ada 2 yang Bagi Sebagian Orang Dianggap Ekstrem
Ragam Kuliner Berbahan Dasar Testis Hewan dari Seluruh Dunia, Ekstrem tapi Banyak Diburu Orang
Kuliner Ekstrem dari Gunungkidul, Rata-rata dari Hewan di Sekitar yang Dipercaya Kaya Protein