Kabar BUMN - Di antara hidangan khas Imlek, satu yang tidak pernah ketinggalan adalah kehadiran kue keranjang atau kue bakul.
Kue keranjang awalnya ditujukan untuk persembahan sembayang umat Konghucu.
Dalam perkembangannya, masyarakat Tiongkok selalu menyajikan kua keranjang di perayaan imlek.
Berikut fakta dan sejarah menarik kue yang mirip dodol ini.
Simbol keberuntungan
Kue keranjang atau dalam bahasa Mandarin, Nian Go, hanya disajikan setahun sekali, yakni di perayaan Imlek.
Nian artinya tahun dan gao artinya kue yang kadang terdengar seperti kata tinggi.
Karena itu kue keranjang selalu disusun bertumpuk untuk menyimbolkan bertambahnya rejeki atau kemakmuran.
Dulu semakin tinggi tingkat dari kue keranjangnya, semakin makmur pula keluarga tersebut.
Baca Juga: Rayakan Imlek di Museum Mandiri Jakarta, Ada Immersive Exhibition LunarSiva
Sebagai sesaji
Pada awalnya dipercaya kue keranjang dibuat untuk menyenangkan Dewa Tungku atau Cau Kung Kong.
Diharapkan dewa ini akan memberikan laporan yang baik pada Raja Surga atau Giok Hong Siang Teng.
Sehingga Raja Surga memberikan banyak kemakmuran pada keluarga yang merayakan Imlek.
Baca Juga: Buruan Koleksi Emas ANTAM Edisi Imlek 2025, Punya Desain Eksklusif Bertema Shio Ular Kayu
Kue keranjang diletakkan pada altar persembahan saat upacara sembayang leluhur.
Artikel Terkait
6 Kuliner Khas Pontianak Selain Choi Pan, Kental Pengaruh Kuliner Tiongkok
Fungsinya Sama, Bentuknya Pun Begitu-begitu Saja, Ternyata Sumpit Korea, Tiongkok, dan Jepang Punya Perbedaan
5 Kuliner Khas Chongqing, Tiongkok, Banyak Dipengaruhi Kuliner Sichuan, Serba Panas dan Pedas
5 Wisata Musim Dingin di Harbin, Tiongkok, Salah Satu Tempat di Asia yang Bersalju Paling Tebal
Sejarah dan Fakta Shio dan Elemen dalam Kalender Tiongkok yang Keberadaannya Jauh Lebih Tua dari Masehi