Di sini ada layar sentuh raksasa yang menampilkan cetak biru desain Gedung Sate pada masa Hindia Belanda.
Ada pula pemindaian 3D arsitektur dan instalasi yang menampilkan bentuk pilar dan atap Gedung Sate.
Selain itu, tersedia augmented reality, achitarium, dan virtual reality, yang melontarkan pengunjung ke masa dulu.
Baca Juga: Jakarta-Bandung Cuma Rp175.000, Begini Cara Hemat Naik Whoosh!
Di virtual reality, orang diajak seakan-akan naik balon udara untuk saksikan pemandangan kota Bandung.
Fasilitas menarik lainnya bioskop mini yang mampu menampung sekitar 35 orang.
Pengunjung bisa menonton film pendek sejarah Kota Bandung dan Gedung Sate.
Ada juga film pendek tentang perjuangan 7 pemuda mempertahankan Gedung Sate dari serangan tentara Gurkha.
Baca Juga: 4 Tempat Makan Unik di Bandung yang Lokasinya Masuk-masuk Gang, Makin Tersembunyi Makin Dicari
Koleksi buku tua
Museum Gedung Sate juga dilengkapi dengan perpustakaan.
Di dalamnya ada banyak koleksi buku sejarah, terutama sejarah kota Bandung dan gedung sate.
Lokasinya di jalan Diponegoro no 22, Bandung. Buka Selasa-Minggu jam 9.30-16.00 WIB.
Baca Juga: Berburu Burger di Bandung? Coba Kunjungi 4 Tempat Ini
Tiket masuk Rp 5.000 saja. Pengunjung wajib reservasi minimal satu hari sebelum hari kunjungan.
Untuk masuk museum bisa dari Pintu Gerbang Timur (bagian belakang), lewat jalan Dipenogoro.***
Artikel Terkait
Museum Sangiran: Wisata Sejarah yang Dinobatkan Sebagai Warisan Budaya Dunia UNESCO
Ide Liburan Akhir Tahun di Jogja: Melukis Gerabah di Museum Benteng Vredeburg, Mulai dari Rp12 Ribu
Menyusuri Jejak Seni di Museum Affandi Yogyakarta, Cocok untuk Destinasi Wisata Edukasi!
Eksplorasi Pesona Sragen, dari Wisata Alam hingga Museum Purbakala
Museum Topeng Cirebon, Pajang Warisan Budaya yang Sudah Melegenda dan Berumur Ratusan Tahun
Rayakan Imlek di Museum Mandiri Jakarta, Ada Immersive Exhibition LunarSiva