Kabar BUMN - Suku Tengger dipercaya keturunan langsung Kerajaan Majapahit.
Latar belakang itu yang diyakini mendasari sebagian besar Suku Tengger menganut agama Hindu.
Masyarakat Suku Tengger juga punya tradisi dan adat yang berbeda dengan kebanyakan masyarakat Jawa Timur.
Perbedaan ini juga yang membuat upacara adat Suku Tengger menarik perhatian banyak orang.
Baca Juga: 5 Kuliner Khas Suku Tengger, Mudah Ditemukan di Kaki Gunung Semeru dan Bromo
1. Upacara Kasada
Upacara ini dilangsungkan pada bulan ke sepuluh setiap tahun.
Upacara Kasada erat hubungannya dengan asal usul moyang Suku Tengger.
Dipercaya moyang Suku Tengger, Jaka Seger dan Rara Anteng, bersemedi meminta 25 orang anak.
Permintaan ini dikabulkan dengan syarat anak ke 25 harus dikubur untuk Dewa Bromo.
Setelah dewasa, anak ke-25 yang bernama Kusuma bersedia jadi persembahan untuk Dewata.
Tetapi ia meminta agar garis keturunannya bisa melakukan persembahan ke kawah Bromo.
Yakni, di setiap bulan 10 dan saat bulan purnama. Dari situlah munculnya Upacara Kasada.
Upacara dilakukan dengan melarung hasil bumi ke dalam kawah Gunung Bromo.
Artikel Terkait
Indonesia Kaya! Inilah Ragam Upacara Adat di Indonesia Warisan Nenek Moyang yang Masih Dipertahankan Hingga Sekarang
Terlempar ke Masa Lalu di Desa Wisata Sade, Desa Adat Suku Sasak yang Berumur 1.500 Tahun
Pesona Wisata Budaya Kampung Adat Praijing di Sumba Barat, Keindahan Tradisi dan Alam NTT
4 Upacara Adat Yogyakarta yang Sudah Menjadi Tradisi Ratusan Tahun, Pelaksanaannya Selalu Menarik Perhatian Turis
Desa Adat Bubohu, Pesantren Alam dan Tempat Belajar Sejarah Kerajaan Gorontalo
Khidmat dan Penuh Makna, Ini Upacara Adat di Bali yang Pelaksanaannya Juga Diminati Turis