Upacara Adat Suku Tengger yang Menarik Perhatian Orang Karena Unsur Mistismenya yang Kuat

Photo Author
Lucy SL, Kabar BUMN
- Jumat, 31 Januari 2025 | 08:30 WIB
Upacara Kasada dilangsungkan masyarakat Suku Tengger pada bulan ke sepuluh setiap tahun. (thephrase.id)
Upacara Kasada dilangsungkan masyarakat Suku Tengger pada bulan ke sepuluh setiap tahun. (thephrase.id)

Baca Juga: Tidak Usah Pakai Travel Agent, Simak Tips Wisata ke Bromo Tanpa Ikut Open Trip Berikut Ini

2. Upacara Unan Unan
Upacara adat ini bertujuan untuk mempercantik bumi dan bawah langit.

Suku Tengger menyebutnya Ayu Lumahing Bumi dan Kureping Langit.

Maksudnya, membersihkan desa dari gangguan mahluk halus.

Serta menyucikan arwah-arwah yang belum sempurna agar kembali ke alam asal dengan tenang.

Baca Juga: Kaya Budaya! Yuk, Kunjungi Wisata Sadaeng Kampung Budaya Tengger

Upacara berlangsung setiap 4-5 bulan sekali dan dipimpin dukun atau pendeta.

Dukun biasanya dilantik bersamaan dengan Upacara Kasada.

Di upacara ini masyarakat membawa sesaji diiringi gamelan menuju punden atau makam leluhur.

Isi sesaji: nasi 100 takir, sirih kayu, pisan ayu, jambe ayu, 100 sate korban, 100 buah, dan kepala kerbau.

Baca Juga: Surga Dunia di Jawa Timur, Air Terjun di Perbatasan Lumajang dan Malang Ini Tawarkan Pemandangan Luar Biasa

3. Upacara Karo
Upacara Karo ditujukan untuk mengucapkan syukur sekaligus penyucian diri dan menghormati leluhur.

Upacara yang dikenal juga dengan riyaya ini dilakukan Suku Tengger yang tinggal di Desa Ngadas, Poncokusumo, Malang.

Acara berlangsung selama 15 hari dari hari ketujuh di bulan Karo.

Acara dimulai dari selamatan Ping Pitu dan diakhiri dengan Sandranan.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Lucy SL

Sumber: berbagai sumber

Tags

Artikel Terkait

Terkini