Baca Juga: Tidak Usah Pakai Travel Agent, Simak Tips Wisata ke Bromo Tanpa Ikut Open Trip Berikut Ini
2. Upacara Unan Unan
Upacara adat ini bertujuan untuk mempercantik bumi dan bawah langit.
Suku Tengger menyebutnya Ayu Lumahing Bumi dan Kureping Langit.
Maksudnya, membersihkan desa dari gangguan mahluk halus.
Serta menyucikan arwah-arwah yang belum sempurna agar kembali ke alam asal dengan tenang.
Baca Juga: Kaya Budaya! Yuk, Kunjungi Wisata Sadaeng Kampung Budaya Tengger
Upacara berlangsung setiap 4-5 bulan sekali dan dipimpin dukun atau pendeta.
Dukun biasanya dilantik bersamaan dengan Upacara Kasada.
Di upacara ini masyarakat membawa sesaji diiringi gamelan menuju punden atau makam leluhur.
Isi sesaji: nasi 100 takir, sirih kayu, pisan ayu, jambe ayu, 100 sate korban, 100 buah, dan kepala kerbau.
3. Upacara Karo
Upacara Karo ditujukan untuk mengucapkan syukur sekaligus penyucian diri dan menghormati leluhur.
Upacara yang dikenal juga dengan riyaya ini dilakukan Suku Tengger yang tinggal di Desa Ngadas, Poncokusumo, Malang.
Acara berlangsung selama 15 hari dari hari ketujuh di bulan Karo.
Acara dimulai dari selamatan Ping Pitu dan diakhiri dengan Sandranan.
Artikel Terkait
Indonesia Kaya! Inilah Ragam Upacara Adat di Indonesia Warisan Nenek Moyang yang Masih Dipertahankan Hingga Sekarang
Terlempar ke Masa Lalu di Desa Wisata Sade, Desa Adat Suku Sasak yang Berumur 1.500 Tahun
Pesona Wisata Budaya Kampung Adat Praijing di Sumba Barat, Keindahan Tradisi dan Alam NTT
4 Upacara Adat Yogyakarta yang Sudah Menjadi Tradisi Ratusan Tahun, Pelaksanaannya Selalu Menarik Perhatian Turis
Desa Adat Bubohu, Pesantren Alam dan Tempat Belajar Sejarah Kerajaan Gorontalo
Khidmat dan Penuh Makna, Ini Upacara Adat di Bali yang Pelaksanaannya Juga Diminati Turis