Menariknya, pembangunan monumen ini tidak menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
Baca Juga: Super Wheels: Wahana Unik di Enchanting Valley Bogor, Seru dan Instagramable!
Proyek ini terwujud berkat kerja sama antara berbagai pemangku kepentingan, termasuk Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD).
Harapannya, model kolaborasi seperti ini bisa diterapkan di daerah lain untuk memperkuat sektor kebudayaan sebagai bagian dari pembangunan daerah.
Keris, Warisan Budaya Dunia
Baca Juga: Solo Traveling di Musim Hujan di Kota Rawan Banjir? Ini Hal-hal yang Harus Kamu Persiapkan
Sebagai bagian dari budaya Indonesia, keris sudah mendapat pengakuan internasional. Pada tahun 2005, UNESCO menetapkannya sebagai Masterpiece of Oral and Intangible Heritage of Humanity.
Kemudian pada 2008, keris kembali mendapat pengakuan sebagai Warisan Budaya Takbenda Dunia.
Hal ini semakin mengukuhkan pentingnya pelestarian budaya keris di Indonesia, termasuk melalui pembangunan monumen seperti yang ada di Sumenep ini.***
Artikel Terkait
Hanya Satu Jam dari Surabaya, Kota Ini Menawarkan Beragam Destinasi Wisata Cantik, Salah Satunya Monumen Tenggelamnya Kapal Van Der Wicjk
Berkunjung ke Cagar Budaya Monumen Serangan Umum 1 Maret di Area Museum Benteng Vredeburg Jogja
4 Monumen Ikonik yang Didirikan untuk Mengenang Jasa Pejuang Meraih Kemerdekaan Indonesia
5 Kuliner Wajib Icip di Sumenep, Madura, Pedas dan Didominasi Rasa Petis
4 Monumen yang Dibangun untuk Mengenang Kejayaan Tentara Indonesia Mempertahankan Kemerdakaan