Kabar BUMN - Mendaki gunung adalah aktivitas yang menyenangkan dan penuh tantangan.
Namun, salah satu risiko yang sering dihadapi para pendaki adalah hipotermia, yaitu kondisi ketika suhu tubuh turun drastis hingga mengganggu fungsi organ vital.
Hipotermia bisa berakibat fatal jika tidak ditangani dengan cepat dan tepat.
Berikut adalah beberapa langkah penting dalam menolong orang yang mengalami hipotermia saat mendaki gunung.
Baca Juga: Anti Bau Mulut, Berikut 7 Tips Menjaga Kebersihan Gigi dan Mulut Selama Puasa Ramadan
1. Kenali Gejala Hipotermia
Hipotermia dapat dikenali melalui beberapa tanda, antara lain:
- Menggigil hebat atau justru berhenti menggigil (tanda kondisi semakin parah)
- Kulit pucat dan terasa dingin
- Bicara melantur atau sulit berbicara
- Kebingungan dan kehilangan koordinasi
- Napas lambat dan lemah
- Kehilangan kesadaran (pada kondisi ekstrem)
Baca Juga: Tetap Bugar di Bulan Ramadan, Berikut 5 Tips Olahraga Saat Puasa
2. Segera Cari Tempat yang Aman
Jika ada anggota tim yang menunjukkan gejala hipotermia, segera cari tempat yang lebih terlindung dari angin dan hujan, seperti di dalam tenda atau gua kecil.
Jika memungkinkan, buatlah perlindungan darurat menggunakan ponco atau terpal untuk mengurangi paparan dingin.
3. Ganti Pakaian Basah dengan yang Kering
Pakaian yang basah dapat mempercepat penurunan suhu tubuh.
Artikel Terkait
Agar Tidak Ngantuk di Kantor, Terapkan Tips Berikut untuk Kembalikan Semangat Bekerja Walau Sedang Puasa Ramadan
Tips Mengurangi Rasa Sakit Maag di Bulan Puasa Ramadan
Masih Bisa Wisata Walau Sedang Puasa, Simak 7 Tips Berikut Agar Liburan di Bulan Ramadan Tetap Seru Tanpa Mengganggu Ibadah
Tetap Bugar di Bulan Ramadan, Berikut 5 Tips Olahraga Saat Puasa
Anti Bau Mulut, Berikut 7 Tips Menjaga Kebersihan Gigi dan Mulut Selama Puasa Ramadan