Keunikan lainnya, Masjid Saka Tunggal dikelilingi banyak monyet berekor panjang.
Konon sejak didirikannya masjid, gerombolan monyet tersebut memang sudah ada.
Hewan ini dulunya tinggal di hutan di dekat masjid dan termasuk kelompok monyet jinak.
Baca Juga: Wisata ke Curug Lima, Air Terjun di Banyumas yang Punya Pesona Mengagumkan
Ritual jaro rajapine
Masyarakat Desa Cikakak memiliki ritual jaro Rajapine.
Yakni, ritual mengganti pagar bambu yang mengelilingi Masjid Saka Tunggal.
Saat melakukannya ada beberapa aturan yang wajib dipenuhi.
Seperti tidak boleh berbicara dengan suara keras dan tidak boleh menggunakan alas kaki.
Saat proses penggantian pagar yang terdengar hanya pagar bambu yang dipukul saja.
Ritual memiliki makna memupuk semangat gotong royong.
Dipercaya ritual ini juga bisa menghilangkan sifat jahat manusia.
Penggantian pagar bambu hanya boleh dilakukan pria.
Artikel Terkait
Mengunjungi Masjid Tertua di Kota Pekalongan, Didirikan Pada Abad ke - 16 Masehi
Wisata Religi ke Masjid-masjid Berarsitektur Unik yang Ada di Indonesia
Banyak Waktu Luang di Masa Ramadan, Manfaatkan untuk Wisata Religi ke Masjid Tertua di Jakarta
Masjid Karya Waskita Menjadi Tempat yang Nyaman untuk Tarawih
Emas ANTAM Edisi Spesial Ramadan dan Idulfitri 1446 H Hadir dengan Tema Masjid Damaskus, Buruan Koleksi