Masjid dibangun Gerrit Bruns pada tahun 1879 dan selesai tahun 1881.
Baca Juga: Tips Solo Traveling di Bulan Ramadan bagi Perempuan, Nomor 2 Jangan sampai Skip!
Masjid ini memiliki ciri khas atap yang tinggi dan kubah besar dengan ornamen Islam tradisional.
Saat tsunami di Aceh, masjid ini salah satu bangunan yang tidak rusak dan tetap berdiri tegak.
Selain tempat ibadah, Masjid Raya Baiturahman juga pusat kegiataan agama dan kebudayaan.
Baca Juga: Menunggu Waktu Berbuka dengan Kegiatan Bermanfaat, Bisa Sekalian Tambah Pahala di Bulan Ramadan
3. Masjid Raya Sultan Riau
Didirikan tahun 1803, Masjid Raya Sultan Riau berada di Tanjung Pinang, Riau.
Masjid direnovasi oleh Yang Dipertuan Muda ke 7 Kerajaan Riau-Lingga, Raja Abdurrahman tahun 1832.
Uniknya, kalau awalnya masjid terbuat dari kayu, saat renovasi, bahannya pasir, tahan liat, dan putih telur.
Baca Juga: Olahraga saat Puasa Ramadan, Masih Bisa?
Konon saat pembangunan banyak bahan makanan diantar masyarakat, paling banyak telur.
Begitu banyaknya telur sampai tidak habis dimakan.
Pekerja juga hanya memakan kuningnya, maka sisa putih telur dicampurkan pada bahan bangunan.
Di dalam masjid ini tersimpan Al-Quran yang ditulis tangan oleh Abdurrahman Stambul pada 1867.
Baca Juga: Coba Gantikan Teh Manis Panas di Waktu Berbuka Puasa dengan Takjil Manis yang Lebih Menyehatkan
4. Masjid Gang Bengkok
Masjid yang berada di Medan ini mendapat pengaruh kuat dari arsitektur Tionghoa.
Artikel Terkait
Menelisik Sejarah Peradaban Jawa di Negeri Gajah Putih dengan Berkunjung ke Masjid Jawa, Dibangun Oleh Mertua K. H. Ahmad Dahlan
Banyak Waktu Luang di Masa Ramadan, Manfaatkan untuk Wisata Religi ke Masjid Tertua di Jakarta
Masjid Karya Waskita Menjadi Tempat yang Nyaman untuk Tarawih
Masjid dengan Arsitektur Indah di Dunia, Salah Satunya Disangga 1.096 Pilar Dibubuhi Kristal Swarovski
Wisata Religi ke Masjid Saka Tunggal, Banyumas, Masjid Tertua di Indonesia dengan Satu Tiang Penyanggang