Keliling Pusat Kota Solo dengan Kereta Uap Buatan Tahun 1896, Sepur Kluthuk Jaladara yang Terawat Apik

Photo Author
Lucy SL, Kabar BUMN
- Jumat, 28 Maret 2025 | 15:30 WIB
Sepur Kluthuk Jaladara melewati beberapa destinasi wisata di pusat kota Solo. (kliknusae.com)
Sepur Kluthuk Jaladara melewati beberapa destinasi wisata di pusat kota Solo. (kliknusae.com)

Baca Juga: Belajar Sejarah Sambil Wisata di Kota Solo, Pilihan 5 Destinasi untuk Pecinta Budaya

Untuk menaiki Sepur Kluthuk Jaladara harus dari Stasiun Purwosari. (visitjawatengah.jatengprov.go.id)

Melewati tempat wisata
Sebagai kereta wisata, Sepur Kluthuk Jaladara melewati beberapa titik wisata penting di Solo.

Seperti Loji Gandrung, House of Danar Hadi, Museum Radya Pustaka Sriwedari.

Lanjut ke Solo Grand Mall, Kampung Seniman Kemlayan, Kampung Batik Kauman, dan banyak lagi.

Baca Juga: Kisah Benteng Vastenburg, Benteng Peninggalan Belanda di Solo yang Dulu Digunakan untuk Lokasi Memata-matai Bangsawan

Kereta wisata ini hanya terdiri atas dua gerbong dan mampu menampung 70 orang saja.

Karena biaya operasinya cukup tinggi, kereta hanya akan dijalankan bila penumpangnya minimal 60 orang.

Bila tidak memenuhi kuota maka perjalanan dibatalkan dan uang akan dikembalikan.

Kebanyakan pelancong melakukan tur secara berkelompok sehingga seluruh kuota terpenuhi.

Baca Juga: 4 Stasiun Kereta Api di Solo, Infrastruktur Tua yang Umurnya Lebih dari 100 Tahun Tetapi Masih Cantik

Bebas naik turun
Untuk menaiki Sepur Kluthuk Jaladara harus dari Stasiun Purwosari.

Di beberapa perhentian yang jadi tempat sejarah, penumpang bisa turun dari kereta.

Berfoto-foto sejenak dan melanjutkan perjalanan. Biasanya kereta berhenti antara 20-25 menit saja.

Misalnya, di perhentian pertama di Loji Gandrung, rumah dinas walikota Solo.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Lucy SL

Tags

Artikel Terkait

Terkini