Restoran milik Nattapong Kaweenuntawong ini punya menu neua tune (sejenis mie beef stew).
Menu ini dibuat ayahnya saat pertama restoran berdiri.
Baca Juga: Ini Rekomendasi Kuliner Halal di Chatuchak Market, Bangkok, Thailand
Isinya rempah, herba, daging sapi, irisan daging sapi mentah, bakso, dan beberapa jeroan.
Stew dimasak di kuali datar yang apinya terus menyala. Kuali itu tidak pernah kosong ataupun dicuci.
Setiap harinya sisa kaldu dan beef stew, terus ditambahkan saja dengan daging dan bumbu lain.
Konon, ini yang membuat cita rasa daging dan kuah kaldunya terasa sangat lezat.
Baca Juga: Panduan Wisata Belanja di Chatuchak Market, Bangkok
3. Ayunan raksasa
Zaman dulu masyarakat Thailand percaya dengan menaiki ayunan raksasa, orang bisa sampai ke surga.
Ayunan raksasa ini tingginya 27 meter. Dibuat dari kayu teak pada tahun 1784.
Ayunan ini digunakan untuk upacara ayunan yang berlangsung setiap tahun.
Baca Juga: Kawasan Hipster dan Kekinian di Pusat Kota Bangkok, Thong Lor Hadirkan Kemeriahan Wisata Tersendiri
Di upacara ini sejumlah pria harus menangkap kantong koin yang digantungkan di atas tiang.
Itu dilakukan saat para pria duduk di ayunan yang lalu didorong.
Penggunaan ayunan raksasa sudah dilarang sejak tahun 1935 karena banyak orang tewas saat melakukannya.
Artikel Terkait
5 Museum di Dunia yang Menyimpan dan Memajang Artefak dan Benda Bersejarah Asal Indonesia
Tidak Tutup, Masih Banyak Museum Virtual yang Tetap Dibuka, Ini Rekomendasi yang Terbaik di Seluruh Dunia
Wayang Orang Kembali Hadir di Museum Sonobudoyo, Sajian Seni dengan Tiket yang Ramah di Kantong
Museum Sangiran: Wisata Sejarah yang Dinobatkan Sebagai Warisan Budaya Dunia UNESCO
Museum Topeng Cirebon, Pajang Warisan Budaya yang Sudah Melegenda dan Berumur Ratusan Tahun
Museum Pintar Gedung Sate, Cara Keren dan Kekinian Mempelajari Sejarah Kota Bandung