Kabar BUMN - Martabak bukan kuliner asli Indonesia, melainkan hasil adopsi dari negara-negara lain.
Martabak manis dibawa para saudagar Tiongkok. Sementara martabak asin dibawa saudagar India dan Arab.
Sejumlah daerah di Indonesia mengadopsi dan mengembangkannya sesuai khazanah kuliner masing-masing.
Jadilah kekayaan kuliner Indonesia.
Baca Juga: Hadirkan Rasa yang Berbeda-beda, Ini Ragam Nasi Goreng dari Berbagai Daerah di Indonesia
1. Martabak Manis
Beberapa daerah menyebutnya martabak terang bulan.
Martabak ini mendapat pengaruh dari Hakka atau Khek, salah satu etnis Tionghoa.
Awalnya hanya dibuat di daerah Bangka Belitung dengan nama Hok Lo Pan atau kuenya orang Hok Lo.
Baca Juga: Kuliner Indonesia Berbahan Dasar Kluwek, Hitam-hitam Penuh Kelezatan
Ini menjadi populer ketika perantau asal Bangka, Hioe Kui Sem, membuka konter martabak manis di Bandung.
Sejak saat itu martabak manis mudah ditemukan di sejumlah kota besar lainnya.
Saat ini isi martabak manis sangat beragam.
Sampai ada yang menggunakan isian kekinian, seperti Nutella, Ovomaltine, Tobleron, dan matcha.
Baca Juga: 4 Fakta Unik Bakso, Menu Asal Tiongkok yang Jadi Kuliner Kali Lima Terlaris di Indonesia
Artikel Terkait
Sekarang Banyak Dicari Orang, Siapa Sangka Kuliner khas Yogyakarta Ini Dulu Dianggap Ndeso
Wisata Kuliner di Pasar Tunjungan Lebih Berwarna, Menu Tradisional Masih Ada, Menu Internasional dan Modern Pun Banyak
Kuliner Jepara Kesukaan RA Kartini, Dulu Hanya untuk Bangsawan, Kini Siapa pun Bisa Menikmatinya
6 Kuliner Tarakan yang Belum Terlalu Dikenal di Luar Kota Tersebut, Cukup Banyak yang dari Boga Bahari
4 Tempat Kuliner di Astha District 8 SCBD yang Direkomendasikan untuk WFA, Ngopi, atau Meeting Santai
Lokasinya di Bekasi, Tapi Tempat Makan Legendaris Ini Sajikan Kuliner yang Autentik Betawi