Kabar BUMN - Dodol diperkirakan sudah ada sejak zaman Kerajaan Mataram Kuno, sekitar tahun 732- 929 Masehi.
Keberadaan dodol sampai dicatat di Prasasti Alasantan dan Prasasti Sangguran.
Disebutkan di prasasti, dodol merupakan makanan penutup bangsawan di istana Mataram Kuno.
Dodol aslinya dari Jawa lalu menyebar ke seluruh Nusantara, yang mengadopsinya sesuai daerah masing-masing.
1. Dodol Garut
Kelezatan dan ketenaran Dodol Garut sudah meluas se-Indonesia.
Industri dodol di Garut sudah tumbuh sejak tahun 1926.
Awalnya dodol Garut hanya industri rumahan yang dilakukan perempuan Garut, Karsinah.
Baca Juga: Ragam Martabak di Indonesia, Baik yang Manis Atau Asin Aslinya Bukan dari Indonesia
Karena laris, orang menirunya dan pada tahun 1950-an semakin banyak pengusaha dodol garut yang muncul.
Dodol garut terbuat dari bahan tepung beras ketan dicampur susu, gula, dan santan kelapa.
Ciri khas dodol garut rasanya yang legit dan karena menggunakan santan kelapa dan gula aren.
Baca Juga: Hadirkan Rasa yang Berbeda-beda, Ini Ragam Nasi Goreng dari Berbagai Daerah di Indonesia
2. Jenang Kudus
Dalam bahasa Jawa, dodol disebut dengan jenang.
Artikel Terkait
Kampung Adat Cireunde, Desa Tradisional Sunda yang Masih Mempertahankan Adat Berumur 500 Tahun
5 Kota Kecil di Sekitar Bangkok, Tawarkan Kuliner, Sejarah, dan Pemandangan Alam yang Berbeda
5 Tempat Makan di Surakarta yang Recomended untuk Menikmati Selat Solo, Rasanya Autentik
Pesona Air Terjun Luweng Sampang, Grand Canyon Mini di Yogyakarta yang Wajib Dikunjungi
Cara Memilih Sepatu untuk Traveling, Paling Pertama Tentu Saja yang Nyaman di Kaki
Selamat Hari Kebangkitan Nasional 2025! Ini Twibbon atau Bingkai Foto yang Bisa Dipakai